Senin, 15/06/2026 23:53 WIB

Berbagai Tradisi di Banten saat Bulan Muharram





Berikut beberapa tradisi yang masih dijumpai di Banten saat bulan Muharram.

Ilustrasi - pengajian dan doa bersama, salah satu tradisi yang ada di Banten saat bulan Muharram (Foto: Ist)

 

Jakarta, Jurnas.com - Bulan Muharram memiliki makna istimewa bagi masyarakat Banten.

Selain menjadi penanda Tahun Baru Islam, bulan pertama dalam kalender Hijriah ini juga diisi dengan berbagai tradisi keagamaan dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Di sejumlah daerah seperti Serang, Cilegon, Pandeglang, hingga Lebak, masyarakat menyambut Muharram dengan beragam kegiatan yang memadukan nilai keislaman, kebersamaan, dan pelestarian budaya lokal.

Tradisi-tradisi tersebut tidak hanya menjadi sarana mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat identitas masyarakat Banten yang dikenal religius.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa tradisi yang masih dijumpai di Banten saat bulan Muharram.

1. Pengajian dan Doa Bersama

Memasuki bulan Muharram, berbagai masjid, musala, dan pesantren di Banten biasanya menggelar pengajian akbar serta doa bersama.

Kegiatan tersebut diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur`an, ceramah keagamaan, hingga refleksi perjalanan hidup selama setahun terakhir. Momentum ini dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri di tahun yang baru.

2. Santunan Anak Yatim

Tradisi menyantuni anak yatim menjadi salah satu kegiatan yang paling sering dilakukan masyarakat Banten selama bulan Muharram, khususnya pada 10 Muharram yang dikenal sebagai Hari Asyura.

Banyak organisasi masyarakat, majelis taklim, hingga pemerintah daerah mengadakan acara santunan berupa uang, perlengkapan sekolah, hingga kebutuhan pokok. Tradisi ini mencerminkan nilai kepedulian sosial yang kuat di tengah masyarakat Banten.

3. Dzikir dan Selawat Bersama

Di sejumlah pesantren dan kampung religius, masyarakat menggelar dzikir bersama serta pembacaan selawat sepanjang bulan Muharram.

Kegiatan tersebut biasanya dilakukan setelah salat Magrib atau Isya dan dihadiri oleh tokoh agama serta warga sekitar. Tujuannya adalah memohon keberkahan dan keselamatan selama menjalani tahun baru Hijriah.

4. Debus Bernuansa Religi

Kesenian debus yang menjadi ikon budaya Banten juga kerap ditampilkan dalam sejumlah peringatan keagamaan, termasuk saat menyambut Muharram.

Debus merupakan seni pertunjukan yang memadukan unsur bela diri, seni, dan spiritualitas Islam. Dalam perkembangannya, pertunjukan debus sering hadir dalam acara keagamaan sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat Banten.

KEYWORD :

Info Keislaman Bulan Muharram Tahun Baru Islam Tradisi di Banten




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :