Ojol Disabiltas Ingin Anaknya Jadi Polisi. (Foto: Jurnas/Ist).
Bandung, Jurnas.com- Perjuangan pengemudi ojek online (ojol) penyandang disabilitas yang anaknya bercita-cita menjadi anggota polisi viral di media sosial. Dalam video berdurasi 54 detik di kanal Short Youtube yang diunggah sejak Senin (4/5/2026) malam itu, seorang ojol bernama Riswan menyampaikan harapannya agar sang anak, Mochammad Radit Wibawa, dapat lolos seleksi Bintara di Polda Jawa Barat.
“Dalam video ini, saya ingin mengutarakan cita-cita anak saya untuk menjadi anggota Polri. Saya sangat berharap semoga anak saya bisa lolos dan mengabdi untuk bangsa dan negara,” demikian kata Riswan.
“Juga menjadi kebanggan keluarga. Semoga harapan saya dan anak saya bisa terwujud,” tambahnya.
Mochammad Radit Wibawa diketahui berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Ayahnya bekerja sebagai pengemudi ojol dalam kondisi disabilitas. Kendati hidup dalam keterbatasan, tekadnya untuk mengabdi kepada negara tidak surut.
Sahabat Polisi Indonesia (SPI) merespon beredarnya video viral tersebut. Ketua Umum SPI Fonda Tangguh memberikan dukungan penuh, mengingat Radit juga memiliki kemampuan di bidang olahraga sepakbola.
“Moch Radit Wibawa beberapa kali menjadi juara, seperti tahun 2021 dari kejuaraannya di Stadion Wibawamukti dia juara dan menyabet penghargaan dari PSSI Jawa Barat. Pada Popda XIII Jawa Barat 2023 juga juara, semua ada penghargaannya, ” tegas Fonda Tangguh dalam keterangannya Senin (4/5/2026) malam.
“Kisah Radit menunjukkan semangat juang tinggi untuk menembus seleksi ketat institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia,” sambungnya.
Menurutnya institusi kepolisian harus membuka ruang pengabdian yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Mengabdi pada negara seharusnya terbuka bagi siapa saja yang memiliki tekad dan kemampuan, tanpa terkendala kondisi ekonomi maupun sosial seperti Radit. Harapannya semoga proses seleksi berjalan transparan dan adil tanpa diskriminasi latar belakang sosial,” ujar Fonda Tangguh.
Tak hanya Riswan. SPI pun menitipkan harapan kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo agar memberikan kesempatan yang adil bagi anak-anak dari keluarga sederhana.
“Kisah Radit menjadi harapan sekaligus ujian bagi Polri. Apakah reformasi sistem rekrutmen Polri benar-benar memberi keberpihakan kepada rakyat kecil,” jelasnya.
Ditambahkan, Polri tidak boleh hanya menjadi tempat bagi kalangan tertentu.
“Harus menjadi rumah pengabdian bagi semua, termasuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. Proses rekrutmen anggota Polri benar-benar mengutamakan kemampuan dan integritas, bukan hanya latar belakang semata,” pungkas Fonda Tangguh.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Ojol Disabilitas Anggota Polisi Mochammad Radit Wibawa


























