Jum'at, 03/04/2026 21:29 WIB

Cak Imin Ajak BUMN Percepat Kesiapan Tenaga Kerja Lewat SMK Go Global





Cak Imin menjelaskan bahwa negara-negara maju seperti Jepang menawarkan ekosistem kerja yang mendukung

Menko PM A. Muhaimin Iskandar atau Cak Imin pada acara Pelepasan PMI ke Jepang di Jakarta (Foto: Ist/Kemenko PM)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, mengajak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui CSR untuk mengambil peran dalam menyiapkan tenaga kerja Indonesia agar mampu bersaing di pasar global melalui program SMK Go Global.

Menko PM menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan BUMN, menjadi kunci dalam mempercepat transformasi kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Saya mengajak BUMN-BUMN yang ada dan Insya Allah berserta Wakil Ketua Komisi 6, kita akan dorong BUMN-BUMN semakin banyak menyiapkan tenaga kerja yang siap bekerja di luar negeri,” ujar Cak Imin di Terminal 3 Bandara International Soekarno-Hatta, Banten, Jumat (03/04/2026).

Program SMK Go Global merupakan upaya strategis pemerintah untuk menjawab kebutuhan negara-negara maju akan tenaga kerja produktif dan terampil. Program ini juga menjadi solusi bagi lulusan SMK yang belum terserap di pasar kerja domestik agar dapat mengakses peluang kerja internasional.

Cak Imin menjelaskan bahwa negara-negara maju seperti Jepang menawarkan ekosistem kerja yang mendukung, mulai dari jaminan sosial yang baik, tingkat penghasilan yang kompetitif, hingga peluang peningkatan kapasitas yang berkelanjutan. 

Oleh karena itu, lanjutnya, diperlukan kesiapan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan bahasa dan adaptasi budaya.

Dalam konteks ini, peran BUMN dinilai sangat penting, baik dalam penyediaan pelatihan, penguatan kompetensi, maupun pembangunan ekosistem yang mendukung kesiapan tenaga kerja berstandar global.

“Karena itu yang Anda lakukan adalah bagian dari transformasi kita, termasuk transformasi link and match pendidikan dengan kebutuhan pekerjaan di luar negeri. Inilah yang kita sebut Kita terus membangun ekosistem pekerja berstandar global, ekosistem kualitas tenaga kerja berstandar global Ini yang harus terus kita kejar,” ujarnya.

Selain itu, Menko PM juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia usaha dalam menciptakan link and match antara kurikulum pendidikan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja internasional. 

Program SMK Go Global, yang berangkat dari gagasan dan arahan Presiden Prabowo tahun 2025, diharapkan menjadi stimulus bagi sekolah-sekolah vokasi untuk terus berbenah dan meningkatkan standar kompetensi.

Di sisi lain, Menko PM juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan maksimal bagi para pekerja migran Indonesia, termasuk melalui optimalisasi jaminan sosial dan penguatan peran perwakilan Indonesia di luar negeri.

“Kepada kementerian-kementerian yang terkait, Badan-badan lembaga yang terkait, Saya sangat berharap kita semua bekerja keras memastikan bahwa setiap PMI di berbagai negara manapun akan terus mendapatkan akses perlindungan yang memadai,” ujarnya.

“Saya mengajak KBRI-KBRI kita, para Duta Besar kita menjadi agen-agen percepatan bagi penempatan tenaga kerja profesional kita. Saatnya Duta-Duta Besar tidak bicara retorik diplomatik tetapi implementatif pasar kerja yang dibutuhkan kaum muda Indonesia, sehingga diplomasi kita adalah diplomasi pemasaran calon pekerja migran yang baik,” sambungnya.

Menutup pernyataannya, Menko Muhaimin mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendorong percepatan implementasi program SMK Go Global sebagai bagian dari transformasi ekonomi dan peningkatan kualitas SDM nasional.

KEYWORD :

Menko PM A. Muhaimin Iskandar CSR BUMN Tenaga Kerja SMK Go Global




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :