Kamis, 29/01/2026 23:54 WIB

Fenomena Langit Februari 2026, Ada Snow Moon hingga Cincin Api





Rangkaian fenomena langit Februari tahun ini ditutup dengan Bulan Baru pada 17 Februari 2026, yang akan memicu gerhana Matahari cincin api

Bulan Purnama Salju atau Snow Moon (Foto: Via Space)

Jakarta, Jurnas.com - Februari 2026 menjadi bulan istimewa bagi pengamat langit. Sejumlah fenomena astronomi menarik akan menghiasi langit malam, mulai dari Bulan Purnama Salju atau Snow Moon hingga gerhana Matahari cincin api yang langka.

Puncaknya terjadi pada 1 Februari 2026, ketika Snow Moon, purnama kedua tahun ini, muncul di rasi Leo. Bulan akan mencapai fase purnama penuh pada pukul 17.09 EST dan tampak paling indah saat terbit di ufuk timur saat senja. Kilau purnama ini bahkan masih terlihat terang hingga 2 Februari.

Dikutip dari Live Science, yang membuatnya spesial, Snow Moon akan tampak berdekatan dengan Beehive Cluster (M44), salah satu gugus bintang terbuka paling terang dan terdekat dari Tata Surya, berjarak sekitar 577 tahun cahaya. Dengan teropong atau teleskop kecil, lebih dari 100 bintang di gugus ini bisa terlihat jelas.

Beehive Cluster berada di antara dua bintang terang: Pollux (Gemini) dan Regulus (Leo). Regulus sendiri akan tampak jelas sekitar satu jam setelah Bulan terbit. Bahkan pada 2 Februari, sebagian wilayah Amerika Utara dapat menyaksikan peristiwa langka ketika Regulus “menghilang” sementara akibat tertutup Bulan, fenomena yang baru akan terulang lagi pada akhir 2030-an.

Tak hanya itu, Snow Moon juga dikenal dengan berbagai nama tradisional, seperti Hungry Moon, Storm Moon, dan Candles Moon. Sejumlah suku asli Amerika menyebutnya dengan nama lain, antara lain Eagle Moon, Bear Moon, hingga Goose Moon, mencerminkan perubahan musim dan alam.

Rangkaian fenomena langit Februari tahun ini ditutup dengan Bulan Baru pada 17 Februari 2026, yang akan memicu gerhana Matahari cincin api atau Ring of Fire. Dalam peristiwa ini, Bulan menutupi bagian tengah Matahari dan menyisakan lingkaran cahaya di tepinya. Sayangnya, gerhana ini hanya dapat disaksikan dari Antarktika.

Dengan kombinasi purnama spektakuler, gugus bintang ikonik, dan gerhana langka, Februari 2026 layak disebut sebagai salah satu bulan paling menarik bagi pencinta astronomi. (*)

KEYWORD :

Fenomena Langit Februari 2026 Snow Moon Gerhana Matahari Cicin Api




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :