Telapak tangan pasien kasus cacar monyet dari Lodja, sebuah kota yang terletak di dalam Zona Kesehatan Katako-Kombe, terlihat selama penyelidikan kesehatan di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1997. Brian W.J. Mahy/CDC/Handout via REUTERS
JAKARTA, Jurnas.com - Kementerian Kesehatan (MOH) Singapura telah mengkonfirmasi kasus lokal pertama infeksi cacar monyet (monkeypox) di Singapura. Pasien adalah pria berkebangsaan Malaysia berusia 45 tahun yang berdomisili di Singapura.
MOH mengatakan pria itu dinyatakan positif cacar monyet pada Rabu (6/7). "Dia saat ini dirawat di National Center for Infectious Diseases (NCID) dan kondisinya stabil," kata MOH dalam sebuah pernyataan media, Rabu.
Pria itu tidak terkait dengan kasus impor yang diumumkan oleh MOH pada 21 Juni. Ia pertama kali mengalami lesi kulit perut bagian bawah pada 30 Juni dan kemudian mengalami kelelahan dan pembengkakan kelenjar getah bening pada 2 Juli.
Ia mengalami demam dan sakit tenggorokan pada 4 Juli dan mencari perhatian medis di mana tes awal untuk kemungkinan kondisi medis lainnya dilakukan. "Ketika tes ini kembali negatif, dia kemudian dibawa ke NCID pada 6 Juli, di mana dia diisolasi untuk penilaian lebih lanjut," kata MOH.
Pada Rabu, tiga kontak dekat - dua teman serumah dan satu kontak sosial - telah diidentifikasi.
"Semua kontak dekat akan ditempatkan di karantina selama 21 hari sejak kontak terakhir mereka dengan kasus tersebut. Pelacakan kontak sedang berlangsung," kata MOH.
Cacar monyet adalah penyakit virus yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox. Ini biasanya merupakan penyakit yang membatasi diri di mana pasien pulih dalam dua hingga empat minggu.
Spill Budget Liburan 2 Hari 1 Malam di Singapura
"Sebagian kecil dari mereka yang terinfeksi dapat jatuh sakit parah atau bahkan meninggal. Mereka yang sangat rentan terhadap komplikasi adalah anak-anak, wanita hamil atau individu dengan gangguan kekebalan," kata kementerian itu.
Ia menambahkan bahwa risiko terhadap masyarakat umum tetap rendah karena penularan memerlukan kontak fisik atau kontak yang lama.
MOH mengatakan akan terus memantau situasi cacar monyet dengan cermat dan mengkalibrasi tindakan kesiapsiagaan dan responsnya sesuai kebutuhan.
"Anggota masyarakat didorong untuk menjalankan tanggung jawab pribadi dengan memantau kesehatan pribadi mereka dan menjaga kebersihan yang baik, terutama selama perjalanan," tambahnya.
"Mereka juga harus menghindari kontak dekat dengan orang lain yang diketahui atau diduga sakit dengan infeksi cacar monyet," lanjutnya.
Sumber: CNA
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Cacar Monyet Singapura WHO Monkeypox


























