Jum'at, 25/09/2020 21:14 WIB

Seminar Nasional YPA - MDR Usung Tema `Transformasi Pendidikan Menyongsong Era Society 5.0`

Mendikbud, Nadiem Makariem

Jakarta, Jurnas.com - Yayasan Pendidikan Astra- Michael D. Ruslim (YPA-MDR) yang dibentuk secara khusus oleh PT. Astra International Tbk terus berkontribusi meningkatkan mutu pendidikan Indonesia.

Salah satunya dengan menggelar Seminar Nasional dan Science Fair Karya ilmiah dan Inovasi Guru serta Siswa binaan dengan mengusung tema Transformasi Pendidikan Menyongsong Era Society 5.0 di Jakarta.

Ketua Pengurus YPA-MDR, Herawati Prasetyo mengatakan alasan mengangkat tema itu lantaran pihaknya menyadari pentingnya dunia sekolah, khususnya para guru.

"Untuk berani bertransformasi dalam mengupayakan peningkatan mutu pendidikan yang mampu menyiapkan anak didik untuk memasuki kehidupan era Society 5.0 yang sarat dengan tuntutan penguasaan kompetensi global, terutama pada bidang teknologi informasi dan komunikasi," kata Hetawati di Menara Astra, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2020).

Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 500 orang itu menampilkan pemaparan karya ilmiah dan inovasi pembelajaran Guru binaan YPA-MDR atas hasil penelitian tindakan kelas (PTK) yang selanjutnya akan di publikasikan melalui Media Jurnal Ilmiah.

Masih kata Herawati, PT Astra International Tbk melalui YPA-MDR akan terus berkomitmen untuk terus mendorong dan memfasilitasi guru dibidang penyusunan karya tulis ilmiah, penelitian pendidikan dan karya inovasi pembelajaran.

Selama tiga tahun terakhir, telah dihasilkan lebih dari 150 karya tulis ilmiah dari para guru binaan, berupa PTK dan karya Inobel.

"Beberapa diantaranya telah memenangkan Lomba Innovasi Guru PT Astra International Tbk dan Lomba Inobel Guru di tingkat Nasional yang diselenggarakan setiap tahun," ujar dia.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mengatakan peran civil society dan perusahaan-perusahaan dapat membantu perubahan transformasi di bidang pendidikan.

Ditegaskannya, Kemendikbud akan melibatkan civil society dalam mewujudkan transformasi di sekolah.

"Untuk mencari jalur-jalur yang terbaik untuk melakukan transformasi sekolah ini. Perannya civil society termasuk yayasan seperti Yayasan Pendidikan Astra ini luar biasa pentingnya," ujar dia.

"Paradigma kementerian ke depan akan berubah secara drastis. Kita akan melakukan bermacam aktivitas dan kita akan fokus kepada civil society organization. Kita akan mendukung dan juga bermitra," sambung Nadiem.

Menurut Nadiem dalam upaya memajukan pendidikan yang inovatif seluruh pihak harus turut berpartisipasi di dalamnya. "Karena ini bukan tugasnya pemerintah saja dan tidak akan mugkin sukses kalau hanya pemerintah saja. Semua guru harus mulai bergerak, semua dosen harus mulai bergerak perusahaan perusahaan harus mulai bergerak," tutur Nadiem.

Luncurkan School Collaboration System

Pada kesempatan itu, YPA-MDR juga meluncurkan School Collaboration System (SCS) yang merupakan sistem kolaborasi antar sekolah sebagai media pembelajaran baik dari proses persiapan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran di Sekolah serta terintegrasi dalam proses pembelajaran digital (E-Learning) yang dapat digunakan oleh Pendidik dan Murid.

Cakupan dari sistem SCS ini antara lain Standardisasi Media Ajar, Kolaborasi Media Ajar dan Pembelajaran Digital.

Astra melalui YPA-MDR telah berkomitmen terlibat langsung dalam melahirkan SDM unggul menuju Indonesia maju yang merupakan visi misi Pemerintah Republik Indonesia, yaitu melalui peningkatan mutu Pendidikan khususnya para pendidik dan siswa di daerah prasejahtera.

Sejalan pula dengan visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mencanangkan #MerdekaBelajar dimana guru-guru binaan dilatih untuk terus memiliki kemerdekaan berpikir dalam menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran serta menghormati perubahan yang harus terjadi agar pembelajaran itu mulai terjadi di berbagai macam sekolah.

"Tuntutan guru dengan metode High Order Thinking Skills (HOTS) salah satunya yang kami kembangkan untuk peningkatan mutu guru kami, Sekolah berbasis riset dan sekolah berbasis digital secara bertahap kami terapkan di sekolah-sekolah Astra yang sudah mencapai unggul. Semua program bantuan Pendidikan bertujuan membangun kompetensi guru yang harus menjawab tuntutan jaman," kata Herawati.

Melalui acara ini, YPA - MDR berharap agar bisa mewadahi guru untuk terus berinovasi dalam belajar.

"Agar dapat menjadi ‘Guru Penggerak’ dan ‘Guru Pengimbas’ yang berdampak pada peningkatan mutu siswa secara akademis dan karakter," katanya.

Selain itu, YPA - MDR juga ingin guru-guru binaannya itu dapat memanfaatkan perangkat teknologi multimedia untuk dapat membangun pendidikan yang berwawasan global.

"Abad ke-21 adalah abad digitalisasi, karena itu kemampuan guru dalam mengaplikasikan teknologi digital dalam pembelajaran merupakan keharusan untuk dapat tetap eksis dalam pendidikan era milenium," ujar dia.

Turut hadir dalam acara itu Kepala Pusat Data dan Informasi Kementrian Pendidikan Republik Indonesia, Gogot Suharwoto, Founder Cakratalk dan Staf Ahli Muda Presiden Tahun 2018-2019 bidang Komunikasi dan Diseminasi Informasi 2018-2019 untuk berbagi ilmu dan informasi kepada para seperta seminar, Novita Wahyuningsih.

Sekedar informasi, Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim (YPA-MDR) berdiri sejak tahun 2009. YPA - MDR merupakan salah satu yayasan dari 9 yayasan yang dimiliki PT Astra International Tbk yang bergerak di bidang layanan pendidikan sebagai salah satu pelaksana kontribusi sosial yang berkelanjutan khususnya pilar Astra untuk Indonesia Cerdas.

Visi, misi dan goal YPA-MDR adalah menjadi lembaga yang mewujudkan Sekolah Unggul di daerah prasejahtera dan yang mampu mencetak SDM berkualitas sebagai agent of change menuju masyarakat sejahtera. Pola pembinaan yang dilakukan berdasarkan 4 Pilar, yang meliputi Pilar Akademis, Pilar Karakter, Pilar Kecakapan Hidup dan Pilar Seni Budaya.

YPA MDR hingga tahun ini telah hadir di 11 Kabupaten dengan membina 98 sekolah, yang terletak di Kabupaten Lampung Selatan, Serang, Bogor, Kapuas, Kutai Barat, Barito Utara, Bantul, Gunung Kidul, Pacitan, Kupang & Rote Ndao dengan jumlah guru 1.252 orang dan murid 19.957 anak.

TAGS : YPA MDR Nadiem Astra Pendidikan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :