Sabtu, 23/11/2019 08:34 WIB

Iran Tidak akan Negosiasi dengan AS, Jika Trump...

Amerika Serikat berencana mempertahankan kampanye tekanan maksimum terhadap Iran.

Bendera kebangsaan Amerika Serikat bersanding dengan bendera kebangsaan Iran (Foto: Tehran Time)

Teheran, Jurnas.com - Iran tidak akan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) selama Washington tetap pada kebijakan "terorisme ekonomi" dan sanksi terhadap negara Iran.

Duta Besar Iram untuk PBB, Majid Takht-e Ravanchi mengatakan, Iran sudah berulang kali menyatakan, tidak ada ruang perundingan selama terorisme ekonomi pemerintah AS dan sanksi kejam terhadap rakyat Iran masih ada.

"Topik tersebut dapat didiskusikan hanya ketika mereka (Amerika) mencabut sanksi, dan perundingan harus dalam kerangka kerja kelompok negara-negara yang terdiri dari AS, Inggris, Prancis, China, dan Rusia plus Jerman yang mencapai kesepakatan nuklir dengan Iran pada 2015.

AS di bawah Presiden Donald Trump meninggalkan perjanjian bersejarah itu pada Mei 2018 dan melakukan kampanye "tekanan maksimum yang berfokus pada ekonomi Iran ditambah dengan ancaman militer.

Setelah kebijakak Iran itu gagal, Trump telah menawarkan pembicaraan dengan para pejabat senior Iran dalam beberapa bulan terakhir, sembari menjaga irama tekanan.

Teheran mengatakan tidak akan bernegosiasi di bawah tekanan dan ingin AS mencabut sanksi dan mulai mematuhi hak-hak bangsa Iran sebelum melakukan dialog apa pun.

Ditanya tentang keputusan Trump memecat Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih John Bolton, Takht-e Ravanchi, mengatakan, perubahan dalam pemerintah adalah masalah dalam negeri.

"Kami tidak mengambil sikap terhadap masalah internal negara-negara lain," tambahnya.

Takht-e Ravanchi merujuk pada konferensi pers di Gedung Putih tak lama setelah pemecatan Bolton, mengatakan Menteri Keuangan Steven Mnuchin baru saja menegaskan, AS berencana mempertahankan kampanye tekanan maksimum terhadap Iran.

"Karena itu sikap kami jelas. Orang Amerika sangat sadar bahwa kami tidak akan menerima `tekanan maksimum` sama sekali," kata utusan PBB Teheran menekankan.

Secara terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi mengutip Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif yang mengatakan, Teheran tidak akan mengeluarkan pernyataan apapun tentang urusan dalam negeri AS.

Pada Selasa (10/8), Trump tetiba memecat Bolton di tengah ketidaksepakatan kebijakan dengan ajudannya, yang diyakini sebagai kekuatan pendorong di belakang kebijakan Iran yang sangat berperang dari presiden AS.

TAGS : Kesepakatan Nuklir Iran Amerika Serikat




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :