Senin, 23/09/2019 22:35 WIB

Korut Ancam Tinggalkan Korsel di Perundingan AS

Kwon menuduh Korea Selatan berusaha menyamarkan niat latihan militer dengan mengubah nama mereka dari

pertemuan Presiden Korut dan Korsel (foto: UPI)

Jakarta, Jurnas.com - Seorang pejabat Korea Utara mengancam untuk mengecualikan Korea Selatan dari negosiasi di masa depan dengan Amerika Serikat mengenai latihan militer bersama yang sedang berlangsung antara Seoul dan Washington, DC

Kwon Jong Gun, direktur jenderal departemen luar negeri Kementrian Luar Negeri Korea Utara memperingatkan bahwa diskusi di masa depan akan diadakan secara ketat antara DPRK dan AS, bukan antara utara dan selatan jika latihan berlanjut.

"Mengingat bahwa latihan militer dengan jelas menempatkan kita sebagai musuh dalam konsepnya, mereka harus berpikir bahwa kontak antar-Korea sendiri akan sulit dilakukan kecuali mereka mengakhiri latihan militer semacam itu atau sebelum mereka membuat alasan yang masuk akal atau penjelasan dengan cara yang tulus untuk melakukan latihan militer," katanya dilansir UPI.

Kwon menuduh Korea Selatan berusaha menyamarkan niat latihan militer dengan mengubah nama mereka dari "Aliansi 19-2" menjadi "Latihan Pos Komando Gabungan Korea Selatan-AS di babak kedua."

"Ini salah perhitungan jika mereka berpikir bahwa perubahan nama latihan itu dapat mengubah sifat agresifnya atau bahwa kita akan membuatnya diam-diam," katanya.

Pada hari Sabtu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah mengkritik latihan militer dalam surat setebal tiga halaman yang ia terima minggu lalu.

"Dia menyatakan, dengan sangat baik, bahwa dia ingin bertemu dan memulai negosiasi segera setelah latihan gabungan AS Korsel selesai," kata Trump. "Itu surat yang panjang, banyak yang mengeluh tentang latihan yang konyol dan mahal."

Kwon juga mencatat bahwa Trump telah mengurangi kekhawatiran tentang uji coba rudal yang telah dilakukan Korea Utara pekan lalu sebagai protes terhadap latihan militer yang akan dimulai pada hari Minggu.

"Sehubungan dengan pengujian kami untuk mengembangkan senjata konvensional, bahkan presiden AS membuat pernyataan yang pada dasarnya mengakui hak pertahanan diri dari negara berdaulat, mengatakan bahwa itu adalah uji coba rudal kecil yang dilakukan banyak negara," katanya kata.

Juga Ahad, Korea Utara mengatakan rudal yang diuji sehari sebelumnya adalah jenis proyektil baru dan dipandu oleh Kim, menurut KCNA yang dikelola pemerintah.

Laporan itu mencatat bahwa senjata baru dikembangkan untuk menyesuaikan dengan medan Koea Utara.

TAGS : Korea Utara Amerika Serikat Korsel




TERPOPULER :