Minggu, 25/08/2019 05:27 WIB

Masa Kecil Cindy Direnggut Dua Kanker Ganas

Cindy menuturkan kejadian itu bermula pada 2005 lalu. Awalnya dia merasa lemas, berat badan menurun, hingga demam. Dokter sempat menduga dia mengalami tipes

Penyintas kanker Cindy

Jakarta – Masa kecil merupakan masa-masa paling indah untuk bermain. Namun tidak bagi Cindy. Di usia sembilan tahun, Cindy menderita dua kanker ganas, yakni kanker leukimia dan kanker getah bening.

Saat ditemui di kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Jakarta, Cindy menuturkan kejadian itu bermula pada 2005 lalu. Awalnya dia merasa lemas, berat badan menurun, hingga demam. Dokter sempat menduga dia mengalami tipes.

“Tapi saya bilang ada keluhan sesak napas. Dokter melakukan rontgen dan terlihat ada pembengkakan jantung, akhirnya saya dirujuk ke rumah sakit jantung,” tutur Cindy kepada Jurnas.com, di sela-sela acara press briefing World Cancer Day 4 Februari, pada Kamis (31/1).

“Ternyata setelah diperiksa itu bukan sakit jantung tapi kanker kelenjar getah bening yang menyelimuti paru-paru saya,” imbuhnya.

Belum juga berdamai dengan vonis dokter bahwa dirinya menderita kanker getah bening, Cindy kecil harus berjuang menghadapi kanker ganas lainnya, yaitu kanker leukimia.

“Tulang sum-sum saya dicek ternyata baru ditemukan bahwa saya juga mengidap leukimia,” lirih perempuan yang kini menempuh studi di London Scholl of Public Relations (LSPR) tersebut.

Cindy pun fokus menjalani pengobatan. 3,5 tahun dia habiskan untuk melakukan kemoterapi di RS Cipto Mangukusumo (RSCM) Jakarta. Sementara lima tahun selanjutnya dia diharuskan rawat jalan.

“Totalnya 8,5 tahun. Dan sekarang saya sudah dinyatakan sebagai survivor, yang artinya saya sudah kembali sedia kala seperti orang normal,” jelas dia.

Kendati sudah dinyatakan sebagai survivor, mahasiswi semester lima yang juga anggota Cancer Buster Community Yayasan Onkologi Anak Indonesia (CBC YOAI) ini tetap harus memperhatikan batasan yang telah ditetapkan oleh dokter.

“Tidak boleh capek, konsultasi ke dokter jika ada keluhan-keluhan,” kata Cindy.

Cindy bersyukur, selama pengobatan keluarganya selalu mendukung. Baginya, harapan-harapan positif orang terdekat menjadi modal bagi dirinya untuk sembuh.

TAGS : Kanker Anak Cindy Kisah Inspiratif Kementerian Kesehatan




TERPOPULER :