Senin, 26/08/2019 16:51 WIB

SUAP MEIKARTA

Kasus Lippo Group, Mendagri Tjahjo Akui Hubungi Neneng

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku pernah menghubungi Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin terkait perizinan proyek Meikarta.

Mendagri, Tjahjo Kumolo

Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku pernah menghubungi Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin terkait perizinan proyek Meikarta.

Tjahjo mengatakan, dirinya menghubungi Neneng saat rapat terbuka saat membahas perizinan proyek milik Lippo Group tersebut.

"Ya benar (telepon Neneng), tapi dirapat terbuka," kata Tjahjo, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (25/1).

Untuk itu, Tjahjo bersedia menghadiri pemeriksaan penyidik KPK untuk memberikan kesaksian dalam kasus suap yang menyeret sejumlah pejabat daerah di pemerintahan kabupaten Bekasi itu.

"Saya ke KPK untuk memberikan kesaksian kasus bupati bekasi dan saya sebagai Mendagri apalagi menyangkut kepala daerah, saya siap hadir memberikan kesaksian apa yang saya ketahui," katanya.

Nama Tjahjo sendiri sempat muncul dalam persidangan kasus ini yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung. Tjahjo disebut meminta kepada Neneng untuk membantu proses perizinan Meikarta.

"Tjahjo Kumolo bilang kepada saya, tolong perizinan Meikarta dibantu," kata Neneng dalam kesaksiannya, Senin 14 Januari 2019.

Dalam kasus ini, KPK menemukan ada kejanggalan dalam perubahan aturan tata ruang untuk pembangunan Meikarta. Sebab, berdasarkan rekomendasi yang diberikan oleh Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BPKRD) Jawa Barat, proyek Meikarta mendapatkan Izin Peruntukkan Penggunaan Tanah (IPPT) hanya seluas 84,6 hektar. Namun, Lippo Group akan membangun Meikarta seluas 500 hektar.

Disinyalir ada pihak yang sengaja merubah aturan ‎tata ruang dan wilayah (RTRW) yang baru di Bekasi. Diduga, aturan tersebut sengaja dirubah oleh anggota DPRD Bekasi serta sejumlah pihak untuk memuluskan kepentingan Lippo Group dalam menggarap Meikarta.‎

Penyidik bahkan telah memeriksa sejumlah pihak Kemendagri, Pemprov Jabar, Pemkab Bekasi, legislator Jabar dan petinggi Lippo Group untuk mengungkap fakta-fakta baru tersebut. Mereka yakni Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, CEO Lippo Group James Riady, dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Toto Bartholomeus.

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama, yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk di bawah naungan Lippo Group.

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

TAGS : Suap Meikarta Lippo Group James Riady Mendagri




TERPOPULER :