Senin, 30/03/2020 03:50 WIB

CEO Lippo Group Bantah, KPK Punya Bukti Suara

CEO Lippo Group James Riady membantah terlibat dan membahas perizinan proyek Meikarta dengan Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hasanah Yasin. Namun, KPK tidak begitu saja percaya.

Gedung KPK RI (foto: Jurnas)

Jakarta - CEO Lippo Group James Riady membantah terlibat dan membahas perizinan proyek Meikarta dengan Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hasanah Yasin. Namun, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak begitu saja percaya.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, penyidik KPK tidak terpengaruh dengan bantahan tersangka dan sejumlah saksi termasuk James Riady dalam pemeriksaan kasus suap perizinan Meikarta.

Menurutnya, percuma sejumlah saksi termasuk James Riady membantah saat pemeriksaan. Mengingat, bukti-bukti percakapan dan sampel suara sedang dicocokkan penyidik KPK.

"Jadi jika ada sangkalan-sangkalan sebenarnya KPK tidak akan terlalu terpengaruh karena banyak bukti yang kami miliki termasuk bukti-bukti elektronik," kata Febri, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (7/11).

Febri menegaskan, penyidik KPK telah mengantongi banyak bukti termasuk percakapan elektronik dalam kasus suap megaproyek milik Lippo Group tersebut.

"KPK sudah memiliki banyak bukti sebenarnya terkait bagaimana hubungan pihak-pihak dalam kasus Meikarta ini dan Bagaimana kesepakatan komitmen fee dan apa yang akan dikerjakan," kata Febri.

Bahkan, penyidik KPK telah mengetahui sosok yang disebut "Babe" dalam kasus suap perizinan Meikarta. Dimana, "Babe" memiliki peran penting dalam kasus suap megaproyek milik Lippo Group tersebut.

"Kode Babe ini adalah salah satu pihak pemberi yang memiliki peran cukup penting. Salah satu pihak yang diduga salah satu pihak pemberi," kata Febri.

Sebelumnya, CEO Lippo Group James Riady mengakui pernah bertemu sekali dengan Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hasanah Yasin yang terlibat kasus suap Meikarta. Namun, James membantah pertemuan itu dalam rangka pembahasan proyek Meikarta.

"Benar saya ada bertemu sekali dengan Ibu Bupati, ya itu pada saat beliau baru saja melahirkan," kata James usai diperiksa, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/10).

Diketahui, KPK telah melakukan penggeledahan di sejumlah kantor Lippo Group dan kantor pemerintahan kabupaten Bekasi. Bahkan, kediaman CEO Lippo Group James Riady turut digeledah penyidik KPK.

Penyidik KPK memang sedang gencar menelusuri sumber uang suap Meikarta, yang diduga berasal dari Lippo Group. Tercatat, penyidik KPK telah memeriksa sejumlah petinggi Lippo Group, yakni Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, CEO Lippo Group James Riady, dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Toto Bartholomeus.

Kemudian Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya, Corporate Affairs Siloam Hospital Group Josep Christoper Mailool, Direktur Keuangan PT Lippo Cikarang Tbk Soni dan Direktur Keuangan PT Lippo Karawaci Tbk Richard Setiadi.

Teranyar, giliran Direktur Keuangan PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU) Hartono diperiksa penyidik. Melalui Hartono, penyidik lebih banyak mengonfirmasi soal asal uang hingga proses penyuapan.

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama, yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk adalah anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk.

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

Dalam kasus dugaan suap izin proyek pembangunan Meikarta ini, KPK telah menetapkan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro dan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin.

Selain Billy dan Neneng, KPK juga menjerat tujuh orang lainnya, yakni dua konsultan Lippo Group, Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), serta Pegawai Lippo Group, Henry Jasmen (HJ).

Kemudian, Kepala Dinas PUPR Bekasi, Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi, Sahat MBJ Nahar (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi, Dewi Tisnawati (DT) serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi, Neneng Rahmi (NR).

TAGS : Suap Meikarta Lippo Group James Riady




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :