Rabu, 19/09/2018 04:15 WIB

HNW Usulkan Diplomasi Politik Perempuan Ciptakan Perdamaian di ASEAN

Dalam kunjungannya HNW mengucapkan selamat kepada rakyat Malaysia yang sudah menunjukkan kepada dunia bahwa negara mayoritas Muslim juga bisa menjalankan demokrasi yang berkwalitas, yang menghantarkan terjadinya peralihan kekuasaan secara konstitusional secara aman dan damai

Kuala Lumpur - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengunjungi Wakil Perdana Menteri Malaysia Yang Amat Berhormat Dato` Seri Dr. Wan Azizah Wan Ismail, Senin, 6/8.

Dalam pertemuan tersebut rombongan MPR RI disambut hangat oleh Wakil PM Malaysia yang juga isteri dari Datuk Sri Anwar Ibrahim dari Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang baru saja memenangkan pemilu di Malaysia bersama Pakatan Harapan.

Dalam kunjungannya HNW mengucapkan selamat kepada rakyat Malaysia yang sudah menunjukkan kepada dunia bahwa negara mayoritas Muslim juga bisa menjalankan demokrasi yang berkwalitas, yang menghantarkan terjadinya peralihan kekuasaan secara konstitusional secara aman dan damai.

"Saya berharap diperkuatnya hubungan Indonesia dan Malaysia, juga untuk memperkuat pengarusutamaan demokrasi dikalangan negara - negara yang mayoritasnya Muslim, juga untuk mengkoreksi salah paham barat terhadap komunitas Muslim yang seolah-olah anti demokrasi. Juga agar Malaysia dan Indonesia menjadi negara yang aktif dalam mewujudkan perdamaian di kawasan Asia Tenggara, terutama dalam menyelesaikan masalah pengungsi Rohingya. Kami mengusulkan agar pemimpin perempuan dengan pendekatan `keibuan` mampu membantu menyelesaikan konflik etnik Rohingnya di Myanmar dan Bangladesh," ujar Hidayat.

HNW berharap Wan Azizah (Wakil PM Malaysia), Halimah Yacob (Presiden Singapura), Aung San Suu Kyi (State Counsellor, setara dengan PM Myanmar), Sheikh Hasina Wazed (PM Bangladesh) ditambah Menteri Luar Negeri Indonesia (Retno L. Marsudi) dapat berperan lebih aktif. Diharapkan dengan diplomasi “ keibuan"(motherhood touch diplomacy) akan bisa dibuat terobosan baru hadirkan solusi bagi tragedi kemanusiaan terbesar pada awal abad XXI ini”. HNW jg menyampaikn pentingnya peran Malaysia untuk membantu warga Mindanao di Philipina Selatan, agar status otonomi khusus yang baru mereka dapatkan dapat sukses mereka kelola, sehingga menjadikannya sebagai solusi untuk hadirkan perdamaian, kemakmuran, kemajuan, dan tertutupnya kawasan Mindanao untuk dijadikan sebagai basis oleh teroris ISIS. HNW juga berharap agar Pemerintah Malaysia dibawah kepemimpinan Pakatan Harapan, untuk benar-benar dapat melindungi warga Indonesia yang berada di Malaysia.

Wakil PM Malaysia menyambut baik ide Wakil Ketua MPR RI tersebut dan berjanji akan menindaklanjuti, karena saat ini peran perempuan sangat penting dalam mewujudkan perdamaian.

Indonesia-Malaysia sebagai negara mayoritas Muslim harus senantiasa terlibat aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia. Apalagi saat ini kesadaran umat Islam di kedua negara tentang pentingnya politik kolaborasi sudah meningkat dan itu adalah hal positif bagi perkembangan demokrasi.

HNW yang didampingi anggota MPR dari DPD RI, Cholid Mahmud, dan Staf Ahli MPR juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Saifuddin Abdullah membahas pentingnya Malaysia untuk melindungi warga Indonesia yang berada di Malaysia dalam semangat saling membantu dan saling menghormati.
Dalam pertemuan dengan Timbalan (Wakil) PM Malaysia, MenLu Malaysia dan Ketua Parlemen Malaysia, juga dibahas tentang keprihatinan dan kepedulian terhadap masalah kemanusiaan yang lain, seperti gempa yang kembali terjadi di Lombok. Dan pihak Malaysia siap mengirimkan bantuan kapan saja bila diinginkan oleh pemerintah Indonesia.

TAGS : Warta MPR Hidayat Nur Wahid Malaysia




TERPOPULER :