Senin, 19/11/2018 18:05 WIB

Harga Telur Ayam Merangkak Turun

Penurunan harga ini disebabkan karena pasokan telur masuk ke pasar cukup banyak dan harga di tingkat peternak turun sehingga pengepul pun ikut menurunkan harga.

Telur ayam (Foto: Ist)

Jakarta - Terhitung sejak dimulainya operasi pasar (OP) telur murah  yang digelar Kementerian Pertanian (Kementan) sebanyak 100 ton di 50 titik Jabodetabek pada Jumat (20/7) Minggu ini, harga telur di sejumlah pasar saat ini mengalami penurunan.

Dari pantauan jurnas.com pada Informasi Pangan Jakarta, per Minggu (22/7) hari ini, harga telur ayam dari semula Rp28 hingga Rp.30 ribu menjadi Rp27 ribu per kg.

Di antaranya harga telur turun di pasar Kebayoran Lama dari Rp29 ribu menjadi Rp 27 ribu per kh dan beberapa pasar tradisional di Depok (Pasar Kemiri Muka, Pasar Agung, Pasar Sukatani, Pasar Cisalak) dari Rp30 ribu menjadi Rp28 ribu per kg.

Begitu pun di sejumlah pasar tradisional Jakarta Barat, harga telur ayam turun Rp1.000 per kg sehingga kini menjadi Rp27 ribu per kg dibanding sebelum digelarnya OP.

Penurunan harga ini disebabkan karena pasokan telur masuk ke pasar cukup banyak, dan harga di tingkat peternak turun sehingga pengepul pun ikut menurunkan harga.

Terkait hal ini, kalangan pengusaha retail menyambut positif langkah Pemerintah melalui Kementan menggelar OP. Karena para pengusaha retail makanan, sangat bergantung dengan harga telur yang belakangan sedang naik di pasaran. Sehingga bila tidak segera dilakukan upaya stabilisasi, akan memengaruhi biaya produksi dan ini sangat memberatkan.

"Bagus, Pemerintah melakukan tugasnya untuk mengendalikan harga bahan pangan pokok di pasar," ujar Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pemasok Pasar Modern Indonesia, Santoso.

Menurut Santoso dalam kondisi seperti ini operasi pasar adalah langkah yang tepat. Karena berdasarkan data Kementerian Pertanian tidak ada masalah dengan stok telur.

"Berarti masalah ada di jalur distribusi, harus dibenahi. Mungkin di lapangan ada yang ngerjain, mungkin juga ada mafia kita nggak tahu,” sambung Santoso.

Senada dengan itu, Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Petelur Nasional Yudianto Yosgiarso mengungkapkan saat ini harga telur di tingkat peternak sudah menurun. Kenaikan harga telur tidak serta merta membuat peternak tradisional untung karena peternak dibebankan pada pengeluaran yang cukup tinggi akibat kegagalan produksi.

"Sekarang harga telur ditingkat peternak telah turun. Kemarin itu di tingkat peternak bisa sampai Rp25 ribu per kg. Tapi sekarang sudah turun antara Rp 21 ribu hingga Rp22 ribu per kg," kata Yudianto

TAGS : telur Andi Amran Sulaiman Santoso




TERPOPULER :