Selasa, 20/11/2018 01:08 WIB

Pilgub Jabar, COPS: Banyak Lembaga Survei Tak Jujur

Sejumlah lembaga survei dinilai tidak jujur dalam melakukan hasil penelitian terhadap pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat (Jabar).

Ilustrasi Pilkada 2018

Jakarta - Sejumlah lembaga survei dinilai tidak jujur dalam melakukan hasil penelitian terhadap pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat (Jabar).

Hal itu berdasarkan hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh Lembaga survei Center Opinion Public Survey (COPS) terhadap warga Jabar untuk empat Calon Gubernur-Wakil Gubernur Jabar.

Ziyad Falahi selaku Direktur COPS menegaskan, dari sample 1225 masyarakat Jabar, sebanyak 85,7 persen sudah mengetahui adanya Pilgub Jabar pada tanggal 27 Juni 2018. Survei itu sendiri digelar dari 12 sampai 22 Juni 2018 lalu.

"Dari 1225 orang Masyarakat Warga Jawa Barat menyatakan baru 67,8 persen yang baru mendapatkan undangan Ke TPS untuk memberikan Suara nya pada Pilkada Jawa Barat 2018," ucap Ziyad, dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Sabtu (23/6).

Sedangkan, sebanyak 80,7 persen mengharapkan gubernur dan wakil gubernur Jabar bisa lebih memberikan kemajuan ekonomi bagi masyarakat

"Sebanyak 55,4 persen mengetahui ke Empat Paslon (pasangan calon) tersebut dan 44,6 persen tidak tahu sama sekali. Ini artinya menjawab kalau ada ketidakjujuran dari berbagai Lembaga Survei yang menempatkan ke empat paslon memiliki Popularitas di atas 60 persen," terangnya.

Ziyad menjelaskan, sebanyak 55,4 persen masyarakat Jabar yang mengetahui nama dan nomor empat pasangan calon (Paslon), lebih dominan memilih pasangan Sudrajat- Ahmad Syaiku (Asyik).

"Sebanyak 32,7 persen memilih Sudrajat- Ahmad Syaiku dengan alasan Sudrajat tegas, jujur, pintar, punya kemampuan dan asli Sunda. Dan diurutan kedua sebanyak 24,7 persen memilih pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dengan alasan Deddy Mizwar dikenal sering muncul di sinetron, dan Deddy Mulyadi karena satu satunya tokoh yang banyak mengembangkan ajaran Sunda Wiwitan," ungkapnya.

Sedangkan, pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan dipilih sebanyak 20,8 persen dengan alasan kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan dan menjadi partai yang mendukung Ahok alias Basuki Tjahaya Purnama pada Pilgub DKI Jakarta yang dipenjara akibat menista agama Islam.

"Pasangan Ridwan Kamil-UU Ruzhanul Ulum dipilih sebanyak 17,9 persen jatuhnya elektabilitas Ridwan-UU karena diduga terlibat kasus korupsi BCCF dan yang tidak memilih 3,9 persen," demikian Ziyad.

TAGS : Pilkada 2018 Pilgub Jabar Hasil Survei




TERPOPULER :