Senin, 19/11/2018 02:04 WIB

Mesir Perpanjang Masa Penahanan Wartawan Al Jazeera

Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut kasus Hussein sebagai salah satu

Menurut hukum Mesir, waktu maksimum seseorang dapat ditahan untuk interogasi adalah dua tahun. Jika Hussein tetap dipenjara, ia akan mencapai ambang itu pada Desember 2018 (Foto: Al Jazeera)

Kairo - Pengadilan Mesir di Kairo pada Selasa kemarin memperbarui penahanan jurnalis Al Jazeera, Mahmoud Hussein selama 45 hari lagi.

Hussein ditahan pada 20 Desember 2016, oleh pihak berwenang Mesir setibanya di Kairo kala sedang berlibur tahunan mengunjungi keluarganya.

Lima hari setelah penangkapan pertamanya, kementerian dalam negeri Mesir menuduh Hussein, seorang warga negara Mesir yang berbasis di Qatar, "menyebarkan berita palsu dan menerima dana moneter dari otoritas asing untuk mencemarkan nama baik reputasi negara".

Sejak itu, ia telah dimasukkan ke dalam sel isolasi, ditolak hak hukumnya, dan belum secara resmi dituntut. Hussein, yang telah ditahan selama 502 hari, mengalami patah tangan dan tak diberi perawatan medis yang tepat untuk cederanya.

Menurut hukum Mesir, waktu maksimum seseorang dapat ditahan untuk interogasi adalah dua tahun. Jika Hussein tetap dipenjara, ia akan mencapai ambang itu pada Desember 2018.

Al Jazeera telah mengutuk pembaruan berulang dari penahanannya, menyangkal semua tuduhan terhadap Hussein, dan menuntut pembebasan segera dan tanpa syarat.

Organisasi hak asasi manusia dan kebebasan pers juga mengecam perlakuan Hussein, dengan keluarganya mengatakan pria berusia 51 tahun itu menderita kesehatan fisik dan psikologis yang buruk.

Pada Februari, Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut kasus Hussein sebagai salah satu "penahanan sewenang-wenang", dengan mengatakan "obat yang tepat akan segera membebaskan Tuan Hussein".

The International Press Institute juga meminta pemerintah Mesir untuk segera membebaskan Hussein dan jurnalis lainnya melaui kampanye media sosial, menggunakan tagar #PressEgypt.

TAGS : Al Jazeera Mahmoud Hussein Kairo Mesir




TERPOPULER :