Selasa, 25/09/2018 02:01 WIB

Inggris Terancam Kekurangan Air pada 2050

Laporan yang dirilis oleh Lembaga Lingkungan Hidup (EA) itu menyebutkan, London dapat menjadi wilayah yang paling parah

Ilustrasi air (foto: Liputan6)

London – Sebuah laporan mengenai sumber air di Inggris pada Rabu (23/5) memperingatkan bahwa perubahan iklim dan pertumbuhan penduduk dapat berdampak pada langkanya persediaan air pada 2050 mendatang.

Laporan bertajuk State of the Environment: Water Resources yang dirilis oleh Lembaga Lingkungan Hidup (EA) itu menyebutkan, London dapat menjadi wilayah yang paling parah dilanda kekurangan.

Fakta di lapangan menemukan tingkat pengambilan air yang berlangsung terus-menerus, kebocoran dari perusahaan air, yang saat ini diperkirakan mencapai tiga miliar liter per hari, dan tuntutan dari industri serta masyarakat, merupakan masalah utama yang harus ditanggulangi guna melindungi lingkungan hidup air.

Pada 2016, sebanyak 9.500 miliar liter air bersih diambil dari sungai, danau, bendungan dan sumber bawah tanah di Inggris. Lebih dari separuhnya atau 55 persen diambil oleh perusahaan air untuk pasokan air masyarakat. Sementara lebih dari sepertiga atau 36 persen digunakan untuk pasokan listrik dan keperluan industri lain, katanya.

Kekurangan air berkala di banyak wilayah Inggris pada masa lalu telah mengakibatkan dilakukan tindakan seperti pelarangan penggunaan pipa selang kebun dan sistem alat penyiram, tapi peringatan baru itu dipusatkan pada pasokan air umum.

Tanpa tindakan untuk meningkatkan pasokan, mengurangi tuntutan dan mengurangi limbah, banyak wilayah di Inggris dapat menghadapi kekurangan tajam pasokan paling lambat pada 2050, kata laporan itu.

Emma Howard Boyd, Ketua EA, mengatakan "kita perlu mengubah sikap kita dalam penggunaan air. Yang paling mendasar diperlukan untuk menjamin lingkungan hidup yang sehat tapi kita terlalu banyak menggunakannya dan harus bekerjasama untuk mengelola sumber daya yang berharga ini."

Emma Howard Boyd mengatakan industri harus berinovasi dan mengubah prilaku guna mengurangi tuntutan dan memangkas limbah. Ia juga mengimbau warga berkewajiban menggunakan air secara lebih bijaksana di rumah mereka.

Laporan tersebut memperlihatkan tingkat pengambilan air saat ini berlangsung terus-menerus dari lebih seperempat air tanah dan seperlima air sungai, sehingga mengakibatkan berkurangnya arus air, yang pada gilirannya bisa merusak margasatwa dan ekologi setempat.

Ditambahkannya, pengambilan secara berkelanjutan pada masa lalu telah menghalangi sebanyak 15 persen sungai untuk memenuhi status ekologi baik, dan beredar kekhawatiran bahwa aliran air sungai pada musim panas serta permukaan air bawah tanah bisa berkurang lebih banyak lagi pada masa depan.

Rencana 25 tahun pemerintah mengenai lingkungan hidup telah menetapkan ambisi untuk mengurangi penggunaan air individu, yang saat ini rata-rata berjumlah 140 liter per orang setiap hari, dengan bekerjasama dengan industri untuk menetapkan sasaran konsumsi individu. (Ant)

TAGS : Air Lingkungan Kesehatan Perubahan Iklim Pemanasan Global




TERPOPULER :