Selasa, 13/11/2018 05:42 WIB

Potong Rantai Pasok, Kementan Gelar Pasar Lelang Hortikultura

Walaupun memutus rantai pasok, tapi tidak mematikan pedagang, sebab mereka ikut lelang.

Dirjen Hortikultura, Suwandi menggelar pasar lelang hortikultura di Temenggung (Foto: Istimewa)

Temenggung - Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi  menggelar pasar lelang untuk tanaman hortikultura. Pasar lelang di level farm-gate tersebut memberi jaminan kepastian pasar maupun stabilitas harga tingkat petani.

"Banyak sekali manfaat pasar lelang di farm-gate, yakni petani menikmati harga tertinggi, cash and carry, tercipta one region one price, stabilitas harga di farm-gate,  memangkas rantai pasok, tata kelola efisien, transparan dan fair," ujar  Suwandi saat meresmikan pasar lelang sayuran di Temanggung, 23/5.

"Keberadaan pasar lelang di farm-gate, betul-betul memberi perlindungan harga bagi petani. Mereka menikmati manfaatnya. Membangun dan mengembangkan pasar lelang sayuran di farm-gate ini, menunjukkan pemerintah hadir di tengah-tengah petani," ujar Suwandi menyambungkan.

Menurut Suwandi, pasar lelang cabai kini sudah berjalan  di Sleman, Kulonprogo, Magelang, Karanganyar, Wonogiri, Banyuwangi, Kediri, Malang, Siborong-borong.  Beberapa daerah dalam proses inisiasi seperti di Kabupaten Karo, Solok, Lampung Timur, Enrekang.

"Perlu diingat bahwa pasar lelang ini bukan membangun fisik bangunan baru, bukan hard-sistem, tetapi yang dibangun adalah soft-sistemnya.  Bagaimana mempertemukan antara sekelompok petani sebagai penjual dengan para pedagang sebagai pembeli yang berlangsung pola lelang," jelasnya.

Lelang bertempat di mana saja yang disepakati, misalnya di saung kelompok tani, balai pertemuan, warung, kios, di tempat yang sederhana saja. Sarana yang dibutuhkan pun juga seadanya, seperti alat timbangan, papan dan alat tulis, sarana listrik dan lainnya.

"Lelang biasanya dilakukan sore atau petang saat hasil panen selesai diangkut ke tempat lelang," jelasnya.

Apabila pasar lelang ini sudah berjalan secara rutin, kata Suwandi, maka ke depan Pemerintah turut memfasilitasi sarana alat sortasi, grading, packaging, hingga sarana online guna menginformasikan volume dan harga lelang.

"Cara lelangnya bisa pedagang langsung atau bisa tidak langsung (melalui sms ke juru lelang). Lelang secara langsung berarti pedagang langsung datang ke tempat lelang dan memberikan penawaran langsung," jelas Wandi.

Cara lelang tidak langsung misalnya melalui sms, peserta lelang menyampaikan penawaran kepada juru lelang melalui SMS atau Whatshap (WA). Dan setelah batas waktu yang ditentukan, juru lelang membuka harga penawaran dan mencatatnya dipapan tulis. Dari catatan ini penawar harga tertinggi menjadi pemenang. Selanjutnya, juru lelang menginformasikan sms ke pemenangnya dan  pemenang datang langsung mengambil barang serta membayarnya tunai.

"Inikan simpel sekali, tempatnya juga sederhana, hanya butuh waktu 1-2 jam, fair dan transparan, dan secara tidak langsung turut membantu stabilitas harga di level pasar eceran.  Kalau di farm-gate stabil kan akan berpengaruh pada stabilnya harga di eceran," jelas Suwandi.

Dijelaskannya, pasar lelang ini bisa memutus tiga hingga empat mata rantai pemasaran.

"Ini sangat menguntungkan petani dan sekaligus menciptakan persaingan sehat antar pedagang. Walaupun memutus rantai pasok, tapi tidak mematikan pedagang, sebab mereka ikut lelang," sambungnya.

"Yang kita inginkan, melalui pasar lelang di farm-gate, kita ingin membangun dan mengembangkan sistem pemasaran produk pertanian transparan, fair dan sama sama memperoleh keuntungan wajar, win win solution," tegasnya.

 

 

TAGS : Kementan Dirjen Hortikuktura Suwandi pasar lelang




TERPOPULER :