Emmanuel Macron (foto: New York Times)
Paris - Presiden Perancis Emmanuel Macron memintan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk menjaga pasukannya tetap di Suriah dalam jangka panjang dan membatasi serangan gabungan ke fasilitas senjata kimia.
Pada Sabtu pagi, Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris meluncurkan 105 rudal yang menargetkan apa yang mereka katakan adalah tiga fasilitas senjata kimia di Suriah sebagai pembalasan atas dugaan serangan gas beracun di Douma pada 7 April."Sepuluh hari yang lalu, Presiden Trump mengatakan `Amerika Serikat harus mundur dari Suriah`. Kami meyakinkannya bahwa itu perlu untuk dipertahankan," kata Macron dalam wawancara yang disiarkan oleh BFM TV, radio RMC, dan berita online Mediapart."Kami meyakinkannya bahwa perlu tinggal untuk jangka panjang," sambugnya.Baca juga :
Trump Klaim Perdamaian dengan Iran Semakin Dekat
"Membatasi serangan ke target spesifik ini tidak selalu merupakan rencana awal Trump," kata Macron.
Trump Klaim Perdamaian dengan Iran Semakin Dekat
"Kami juga membujuknya bahwa kami perlu membatasi pemogokan untuk senjata kimia (situs), setelah hal-hal sedikit terbawa selama twit," sambugnya.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Krisis Suriah Prancis Donald Trump
























