Minggu, 24/01/2021 06:04 WIB

Gus Solah Nyatakan Politisasi Agama Dibolehkan

Menurutnya, tindakan itu merupakan hal yang wajar, selama untuk kepentingan dan kebaikan bangsa.

Salahuddin Wahid alias Gus Solah (Foto: Tribun)

Surakarta - Tokoh Nahdlatul Ulama Salahuddin Wahid alias Gus Solah membenarkan praktik politisasi agama. Menurutnya, tindakan itu merupakan hal yang wajar, selama untuk kepentingan dan kebaikan bangsa.

Berbicara dalam seminar `Perspektif KH Hasyim Asy`ari dan KH Ahmad Dahlan Terhadap Politisasi Agama` di Universitas Muhammadiyah Surakarta, pada Sabtu (31/3), Gus Solah mengatakan, yang dilarang justru politisasi agama demi kepentingan segelintir orang.

"Politisi agama untuk kepentingan perorangan, kelompok, dan partai politik itu yang tidak diperbolehkan," tegas Gus Solah.

Gus Solah menjelaskan pada zaman dahulu, tokoh-tokoh ulama NU sudah mewajibkan pemuda Muslim untuk ikut berperang membela negara.

"Pada saat itu para ulama memfatwakan agar pemuda membantu Tentara Indonesia melawan pasukan sekutu. Akhirnya sekutu yakni Inggris kalah. Itu namanya politisasi agama yang positif," katanya.

Menurut dia, pada proses pendirian agama di suatu negara tidak bisa lepas dari mempolitikkan agama dan mengagamakan politik. Gus Solah menyebut idealnya perpaduan Indonesia dan Islam.

"Kalau sekarang beda, banyak kejadian pihak tertentu memakai ayat untuk kepentingan kekuasaan sekelompok orang, ini yang tidak boleh," katanya.

Terkait hal itu, ia berharap agar seluruh pihak duduk bersama untuk mendiskusikan politisasi agama seperti apa yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan.

"Mumpung ini jelang pilkada, tetapi kalau pilkada isu seperti ini tidak terlalu terasa. Biasanya yang sangat terasa saat jelang pileg dan pilpres," katanya.

Saat ini, kata Gus Solah, masih ada waktu bagi seluruh pihak di antaranya pemerintah, partai politik, dan tokoh agama untuk membicarakan terkait politisasi agama.

"Kita masih ada waktu untuk membahas ini, yang pasti tidak mudah menanamkan kesadaran untuk tidak mempolitisasi agama untuk kepentingan perorangan, kelompok, dan partai politik," katanya.

Hal senada juga disampaikan Rektor UMS Sofyan Anif. Ia menyebut politisasi agama diperbolehkan jika digunakan untuk memperkuat NKRI.

"Meski demikian, ini akan menjadi negatif jika digunakan untuk politik praktis dan nafsu kekuasaan," katanya. (Ant)

TAGS : Politisasi Agama PBNU Gus Solah




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :