Sabtu, 24/10/2020 13:38 WIB

KPK Tahan Politikus Golkar Fayakhun Andriadi

Mantan Ketua DPD Jakarta Partai Golkar itu hanya bungkam saat digelandang petugas KPK ke mobil tahanan.

Politisi Golkar, Fayakhun Andriadi (Foto: Jurnas.com/Rangga Tranggana)

Jakarta - Mantan Anggota Komisi I DPR, Fayakhun Andriadi resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (28/3/2018) sore. Politikus Partai Golkar ini ditahan di rumah tahanan KPK.

"FA ditahan 20 hari pertama di Rutan cabang KPK," ucap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi.‎

Anggota Komisi III itu ditahan usai menjalani pemeriksaan. Hari ini, Fayakhun diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugana ‎suap penggiringan anggaran proyek satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla).‎

Mantan Ketua DPD Jakarta Partai Golkar itu hanya bungkam saat digelandang petugas KPK ke mobil tahanan. Tak satupun pertanyaan awak media direspon pria yang tampil mengenakan kemeja putih berbalut rompi tahanan KPK itu.

‎Dalam perkara ini, Fayakhun diduga menerima ‎hadiah atau janji berupa uang setelah memuluskan anggaran proyek Bakamla. Fayakhun mendapatkan imbalan 1 persen dari proyek senilai Rp 1,2 triliun atau sebesar Rp 12 miliar.

Fayakhun selain itu juga diduga menerima dana suap sebesar 300 ribu Dollar Amerika. Diduga uang yang diterima Fayakhun itu dari proyek pengadaan di Bakamla. Uang yang diterima Fayakhun selama empat tahap itu berasal dari Direktur Utama Melati Technofo Indonesia (PT MTI), Fahmi Dharmawansyah melalui anak buahnya, M. Adami Okta.

‎Selain Fayakhun, sejumlah nama anggota DPR lain juga disebut-sebut menerima suap dan terlibat dalam pembahsan terkait proyek pengadaan alat satmon pada Bakamla. Di antaranya, Politikus PDI Perjuangan, TB. Hasanuddin dan Eva Sundari; Politikus Golkar, Fayakhun Andriadi; serta dua Politikus NasDem, Bertus Merlas dan Donny Priambodo.

Itu pernah terungkap dalam persidangan. Termasuk terdakwa mantan pejabat Bakamla, Nofel Hasan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, beberapa waktu lalu. Dimana Direktur PT Melati Technofo Indonesia (PT MTI), Fahmi Darmawansyah saat bersaksi ‎mengakui pernah memberikan uang sebesar Rp 24 miliar atau enam persen dari nilai total proyek alat satmon Bakamla sebesar Rp 400 miliar kepada Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi selaku narasumber Bakamla.

‎Diduga uang itu telah disalurkan Ali Fahmi kepada sejumlah anggota DPR untuk meloloskan anggaran proyek Bakamla ini.‎ Ali Fahmi sendiri hingga kini tak diketahui keberadaannya. Lembaga antikorupsi hingga kini masih terus mencari Ali Fahmi yang sudah beberapa kali mangkir pemeriksaan dan persidangan.

‎‎

TAGS : Fayakhun Andriadi Politisi Golkar KPK




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :