Ilustrasi Impor Beras
Jakarta - Kebijakan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita terkait impor beras sebanyak 500.000 ton dinilai sebagai bukti lemahnya koordinasi menteri dalam kabinet pemerintahan Presiden Jokowi.
Penilaian itu disampaikan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, seperti dikutip melalui akun twitternya di @fahrihamzah, Sabtu (13/1). Menurutnya, dalam beberapa hari ini kembali disuguhkan tidak kompaknya para pembantu Presiden Jokowi."Terutama Mentan Amran yang mengklaim pasokan aman dan Mendag yang khawatir dengan kenaikan harga akibat pasokan berkurang," kata Fahri.Menurutnya, lemahnya koordinasi para Menteri terkait, nampak dalam menjalankan kebijakan produksi dan distribusi beras.Baca juga :
Jamaah Haji Pakai Caping ala Petani
Ia menjelaskan, kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) seperti yang tertuang dalam Permendag 57/2017 tentang Penetapan HET beras dan Permentan 31/2017 tentang Kelas Mutu Beras sebagai pricing strategy harus dipahami sebagai keputusan menentukan harga awal."Hal ini untuk melakukan penetrasi pasar cepat dan membangun loyalitas dan kepercayaan konsumen. Sehingga kedua kebijakan tersebut diharapkan mampu mengontrol pasokan dan harga. Untuk merealisaikannya butuh koordinasi yang kuat di antara Mentan dan Mendag," terangnya.
Jamaah Haji Pakai Caping ala Petani
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Impor Beras Petani Menteri Perdagangan Menteri Pertanian






















