Rabu, 14/04/2021 20:15 WIB

Survei Pilgub Jabar, Popularitas Demiz Masih Tinggi

Tingkat popularitas Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar (Demiz) masih menempati posisi teratas dari sejumlah tokoh yang disebut bakal maju sebagai Cagub Jabar pada Pilkada 2018 nanti.

Ilustrasi Pilgub 2018

Jakarta - Tingkat popularitas Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Deddy Mizwar (Demiz) masih menempati posisi teratas dari sejumlah tokoh yang disebut bakal maju sebagai calon gubernur (Cagub) Jabar pada Pilkada 2018 nanti.

Hal itu berdasarkan dari hasil survei yang baru digelar oleh Indonesia Development Monitoring (IDM). Direktur Eksekutif IDM Wilayah Jawa Barat, Bin Firman Tresnadi mengatakan, survei dilakukan untuk mengetahui penilaian warga Jabar untuk sosok yang paling layak memimpin Jabar periode 2018-2023.

Hasilnya, Demiz memiliki tingkat popularitas teratas dengan perolehan sebanyak 89,2 persen, Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Rieke Dyah Pitaloka 71,2 persen, Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Demokrat Dede Yusuf dengan 70,7 persen, Walikota Bandung Ridwan Kamil 60,8 persen, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi 60,3 persen, Ketua Kadin Jawa Barat ‎Agung Suryamal Sutrisno 60,2 persen, Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa 58,7 persen, dan Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Puti Guntur Sukarnoputra dengan 57,3 persen.

Selain itu, kata Firman, responden juga ditanyakan perihal siapakah sosok yang dianggap mampu menyelesaikan masalah ekonomi dan sosial di Jabar. Hasilnya, lagi-lagi Demiz di urutan pertama dengan perolehan 27,3 persen.

"Disusul Dedi Mulyadi 13,3 persen, Agung Suryamal 12,2 persen, Dede Yusuf 11,2 persen, Ridwan Kamil 8,2 persen, Puti Guntur Soekarnoputra 6,3 persen, Iwa Karniwa 6,2 Persen, Rieke Dyah Pitaloka 6,1 persen dan yang tidak memberikan penilaian sebesar 9,2 persen," terang Firman.

Selain mensurvei soal tingkat popularitas, kapabilitas, dan elektabilitas para calon, IDM juga mencari tahu apa yang menjadi dasar pertimbangan masyarakat Jabar, dalam hal ini yang diwakili oleh 2.178 responden memilih salah satu kandidat.

Hasilnya, sebanyak 89,2 persen responden memilih karena sosok itu memiliki akhlak yang bersih dan tidak korup. Ada 6,7 persen yang memilih kesamaan suku dan etnik, dan 4,1 persen tidak menjawab.

"Ini mengartikan bahwa preferensi publik Jabar dalam menentukan calon kepala daerah yang akan dipilih pada Pilgub Jabar 2018 mulai bergeser, dari motif primordialisme kesamaan suku dan etnik menjadi lebih rasional," katanya.

Diketahui, survei dilakukan kepada 2.178 responden warga yang mewakili populasi warga Jabar, yang pada saat Pilgub digelar memiliki hak pilih sebanyak 32,8 juta pemilih. Survei ini mengunakan confidential level 95 persen dan margin of error dari hasil survei ini adalah lebih kurang 2,1 Persen.

TAGS : Pilkada 2018 Pilgub Jabar Deddy Mizwar Ridwan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :