Kami mendorong generasi muda untuk kembali mengenali kearifan lokal yang ada, melalui sebuah gerakan bersama, kami mendukung dalam bentuk Sekolah Lapang Kearifan Lokal, selama satu tahun ini. Saat ini telah memasuki pengembangan dan pemanfaatannya.
Sagu maupun ubi kayu merupakan sumber karbohidrat yang baik dan bisa menjadi pengganti beras.
Pada tahap awal pelaksanaan sekolah lapang kearifan lokal dilaksanakan pembekalan proses temukenali potensi objek pemajuan kebudayaan bagi para pandu budaya sekolah lapang.
Kementan pastikan sagu dan kelapa terus dikembangkan.
Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan.
Mentan menegaskan Papua Barat merupakan wilayah penghasil sagu terbesar nusantara, dan berharap pertanian yang diusahakan secara bersama dapat dipoles dengan sentuhan teknologi melalui pelatihan-pelatihan.
Namun di 2019, lahan sagu yang dimanfaatkan baru sekitar 314.000 hektare atau 5,79% dengan proporsi olahan 96% oleh perkebunanan rakyat dan 14,4% dikelola oleh perkebunan swasta.
Perum Bulog memiliki rencana melakukan pengembangan pabrik pengolahan sagu dan singkong di 20 titik, dimana sembilan titik yang menjadi prioritas.
Sagu juga mempunyai nilai stratgis ekonomis tinggi dengan luasan kurang lebih 500 ribu hektare di Papua Barat dan sekitar 4,7 juta hektare di Provinsi Papua.
Sugiyanto merupakan pengusaha keripik tempe sagu yang sekaligus menjadi mustahik binaan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik BAZNAS.