Syahrul mengklaim, data pangan yang disepakati Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Badan Pusat Statistik (PBS) dan Badan Informasi Geospasial (BIG) sudah selesai sejak 1 Januari.
Terlepas dari peningkatan produksi padi dan jagung, kesejahteraan petani terlihat dari membaiknya Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) dalam beberapa tahun terakhir.
Pada Maret 2016 turun menjadi 10,86 persen, dan pada Maret 2017 turun lagi menjadi 10,64 persen.
PBS menyebutkan di 2017, komoditas hortikultura yang ekspor naik tajam yakni bawang merah mencapai 7.750 ton atau naik 953,5 persen dibanding 2016 yang hanya 736 ton
Ke depan semakin banyak sektor agraris lain yang diseriusi, maka angka ekspor komoditas pertanian Indonesia bakal semakin melonjak.
Kinerja ekspor secara keseluruhan yang menurun tersebut masih tertolong oleh kinerja sektor pertanian yang masih berkontribusi positif terhadap neraca perdagangan April 2018
Pada kurun waktu Januari hingga Maret 2018 total ekspornya telah mencapai USD11,76 juta atau lebih besar dibandingkan periode yang sama di 2017 yang hanya USD2,44 juta.
Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Muhammad Syarkawi Rauf menyeroti kredibilitas data produksi beras.
Kementerian Pertanian memastikan data pangan menggunakan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS)