Pendanaan tersebut terbagi menjadi Rp35 milar untuk total 246 judul skema tahun jamak (lanjutan), dan Rp19,9 miliar untuk 472 judul skema mono tahun.
Pendanaan penelitian ini merupakan bagian dari dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) untuk Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM) Tahun 2021 sebesar Rp1,09 triliun.
Tahun ini, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemristek/BRIN) akan mengembangkan ventilator ICU pertama di Indonesia.
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, 27 produk tersebut merupakan program Bakti Inovasi Kemristek/BRIN dalam rangka mempercepat penanganan Covid-19.
Menurut Bambang, sinergi tersebut merupakan langkah strategi agar Indonesia dapat melewati jebakan negara berpenghasilan menengah (middle income trap).
Kemristek/BRIN menyambut baik inovasi GeNose, teknologi pendeteksi Covid-19 melalui embusan napas hasil karya peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM).
Pendanaan diberikan kepada 27 perguruan tinggi yang mengajukan total 29 judul proposal, dengan jumlah anggaran sebesar Rp2,7 miliar.
Sementara bila melihat prestasi negara tetangga, Singapura berada di peringkat ke-8 dunia di bidang inovasi. Adapun Malaysia menghuni ranking ke-45.
Penandatanganan ini dilakukan di tengah peringatan puncak Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2020, pada Senin (10/8) di Gedung BJ Habibie, Jakarta, yang disaksikan langsung oleh Wakil Presiden RI Ma`ruf Amin melalui sambungan virtual.
Menteri Bambang mengatakan, total dana yang disediakan sebesar Rp243 miliar, yang bersumber dari dana abadi penelitian yang ada di Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).