Pemerintah Turki saat ini menuduh FETO merupakan dalang dari aksi percobaan kudeta terhadap pemerintahan Turki pada Juli 2016 lalu.
Tersangka diduga menggunakan ByLock, aplikasi ponsel terenkripsi yang digunakan oleh FETO.
Brunson ditahan pada Desember 2016 dan didakwa di wilayah Aegean, provinsi Izmir karena menjadi anggota Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kelompok di balik upaya kudeta yang gagal awal 2016
Dolar Amerika Serikat (AS) dinilai menjadi penghambat.
Bruson dituduh menjadi mata-mata PKK, yang terdaftar sebagai kelompok teroris baik oleh AS, Uni Eropa dan Turki dan Organisasi Teror Fetullah (FETO), kelompok di balik upaya kudeta yang kalah di Turki Juli 2016 silam.
Diketuai oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan, Dewan Keamanan Nasional mengecam AS yang mengancam Turki atas kasus Pendeta Brunson.
Direktur film dokumenter AS di sekolah-sekolah terkait FETO di AS mengatakan teroris FETO menghabiskan 18 tahun menyebarkan citra palsu kelompok tersebut.
Kelompok FETO telah menggunakan agama sebagai alat untuk mengkhianati bangsa dan negara Turki.
Sejak pasukan keamanan melancarkan 1.299 operasi melawan terorisme antara 8-15 Januari, dua dari teroris dilaporkan tewas, sembilan ditangkap, dan delapan lainnya menyerahkan diri.
Pengadilan Turki membebaskan 42 orang yang ditahan karena diduga mempunyai hubungan dengan Organisasi Teroris Fetullah (FETO)