Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah percakapan dengan mendiang diktator Libya, Muammar Gaddafi setelah rekaman pembicaraan tersebut bocor ke publik.
Pihak-pihak yang bertikai juga sepakat untuk menunjuk anggotanya ke komisi militer dengan lima anggota dari masing-masing pihak seperti yang diinginkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memantau implementasi gencatan senjata.
Al-Senussi diekstradisi pada September 2012 oleh Mauritania, tempat ia melarikan diri setelah jatuhnya Gaddafi.
UE merelokasi delegasinya Libya ke ibukota Tunisia, Tunis tahun 2014 menyusul pemberontakan tahun 2011 yang menggulingkan dan menewaskan diktator Muammar Qaddafi.
Said bertemu sejumlah politisi dan pemimpin suku untuk menyatukan faksi oposisi dan pendukung pemerintah.
Anak mantan diktator tersebut menjadi subyek surat perintah penangkapan atas kejahatan terhadap kemanusiaan yang diduga dilakukan selama delapan bulan pemberontakan di tahun 2011