Ketua Peraboi, dr. Walta Gautama, SpB(K)Onk, menyebut belum ada regulasi yang mengatur tentang apa yang harus dilakukan masyarakat, setelah terdiagnosis dugaan kanker, khususnya kanker payudara.
Ahli bedah onkologi Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta, dr. Bob Andinata, SpB(K)Onk mengatakan, faktor-faktor risiko itu terbagi menjadi dua, yaitu faktor risiko yang bisa dimodifikasi, dan faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi.
PKL merupakan salah satu persyaratan dalam penerbitan surat persetujuan berlayar (SPB).
Ketua Pengurus Pusat PERABOI, dr. Walta Gautama, SpB(K)Onk mengatakan vaksinasi massal bagi pasien kanker ini merupakan salah satu upaya PERABOI, agar pasien kanker diprioritaskan mendapatkan vaksinasi Covid-19.
Ketua PERABOI, dr. Walta Gautama, SpB(K)Onk menerangkan ISTRY 1.0 berisi berbagai informasi yang berguna bagi dokter, untuk mengambil keputusan klinis dalam bidang terapi sistemik untuk kanker.
Menurut Ketua Umum Peraboi, dr. Walta Gautama, SpB(K)Onk, dengan dibukanya kesempatan vaksinasi bagi kelompok komorbid dimana salah satunya adalah penyintas kanker yang sudah lebih dari tiga bulan, maka mereka akan terlindungi dari risiko gejala berat bila terinfeksi Covid-19.
Ketua Umum PERABOI, dr. Walta Gautama, SpB(K)Onk mengatakan angka kejadian pasien kanker padat di Indonesia saat ini cukup tinggi. Angka kematiannya juga lebih tinggi dari populasi pasien nonkanker.
Demikian diungkapkan dr. Bob Andinata, SpB(K)Onk di hadapan sekitar 500 peserta virtual talkshow YKPI-LSPR Goes To Campus, pada Jumat (21/8).
Ahli bedah onkologi Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, SpB.K.Onk MARS MEpid mengatakan terdapat enam tahap perjalanan kanker payudara, mulai dari sel sehat hingga berujung kematian.
Ahli onkologi Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta, dr. Bayu Brahma, SpB(K)Onk menyebut peluang terkena Limfedema tetap ada pasca 20 tahun menjalani operasi kanker payudara.