Dengan dinamika yang terjadi serta keputusan yang telah diambil oleh PKB yaitu menerima kerjasama politik dengan Partai NasDem, sehingga otomatis menyebabkan kerjasama politik Gerindra dan PKB berakhir atau KKIR menjadi bubar dengan sendirinya.
Kita berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, Pak Prabowo akan berkumpul dengan ketua-ketua umum partai politik koalisi, dan kemudian akan membahas itu (cawapres).
Sampai hari ini belum ada agenda (pembaruan piagam kerja sama KKIR) dan soal bagi kue, posisi, ini belum ada agenda, yang saya tahu ya, untuk duduk bersama merumuskan apa yang nanti atau mekanismenya seperti apa memutuskannya.
Gelora Indonesia dihadapan jajaran elite Partai Gerindra secara resmi bergabung bersama Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (Capres) pada Pilpres 2024, Sabtu (19/8).
Pertanyaannya mengenai dua partai politik yang akan mau bergabung, tentunya saya belum bisa jawab sekarang, karena masih menunggu konfirmasi-konfirmasi lebih lanjut.
Diakui Muzani, sejumlah nama seperti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto masuk daftar cawapres untuk Prabowo. Muhaimin bahkan lebih `istimewa` mengingat Gerindra dan PKB sudah menjalin kontrak kerja sama politik sejak Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) terbentuk.
Komunikasi antara Ketua Umum Partai Golkar (Airlangga Hartarto) dan para ketua umum di internal KIB sangat baik. Juga antara KIB dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) juga sangat intens, baik dengan Pak Prabowo (Ketum Gerindra Prabowo Subianto) maupun dengan Gus Muhaimin (Ketum PKB Muhaimin Iskandar).
KKIR belum memutuskan nama pasangan capres-cawapres sebelum koalisi yang lain secara resmi mendeklarasikan pasangan capres-cawapres yang akan berlaga di Pilpres 2024.