Pada Sabtu, Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield mengatakan plot itu cocok dengan pola yang mengganggu dari para pemimpin otoriter dan pendukung mereka yang berusaha menganiaya lawan di seluruh dunia.
Kedua warga negara Myanmar itu mengatakan, mempekerjakan pembunuh bayaran yang akan memaksa Kyaw Moe Tun untuk mengundurkan diri atau, jika dia menolak, untuk membunuhnya.
Kyaw Moe Tun menuduh bahwa tentara menyiksa dan membunuh 16 pria di sebuah desa di kotapraja sekitar 9 dan 10 Juli, setelah itu 10.000 penduduk meninggalkan daerah tersebut.
Dua wartawan Reuters, Wa Lone (32), dan Kyaw Soe Oo (28), dinyatakan bersalah karena berusa menyelidi pembantaian yang dilakukan oleh pasukan militer Myanmar terhadap etnis Rohingya.
Wa Lone dan Kyaw Soe Oo, yang menyelidiki pembantaian laki-laki Rohingya, telah mengaku tidak bersalah melanggar Undang-Undang Rahasia Resmi era kolonial, yang dapat dihukum hingga 14 tahun penjara. Mereka berpendapat bahwa mereka dijebak oleh polisi.
Wa Lone (32) dan Kyaw Soe oo (28) didakwa telah melanggar Undang-Undang Rahasia Resmi, yang mengantarkan kedua jurnalis tersebut mendapatkan hukuman maksimal 14 tahun penjara.
Langkah tersebut diambil menyusul penyelidikan atas dugaan penyalahgunaan kekuasaan
Wakil Presiden Myint Swe yang ditunjuk militer akan menjabat sebagai presiden sementara.
Wa Lone bersama rekannya sesama jurnalis Reuters Kyaw Soe Oo ditangkap oleh pemerintah Myanmar
Aparat keamanan Myanmar menangkap dua wartawan Reuters, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo.