Sebelumnya, sebanyak 19 staf surat kabar tersebut dijatuhi dakwaan terkait upaya kudeta.
Water canon terpaksa dilepaskan setelah pengunjuk rasa melakukan tindakan anarkis untuk melewati hadangan polisi.
Murat Sabuncu, pemimpin redaksi harian Cumhuriyet, ditangkap dan ditahan oleh pemerintah Turki pada Senin (31/10), demikian laporan media setempat.