Langkah tersebut akan tercatat dalam sejarah sebagai memalukan mengingat bahwa Iran saat ini berjuang melawan epidemi yang serius hampir sendirian.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi mengatakan, utusan Iran telah mengunjungi kementerian luar negeri Jerman, terkait laporan mata-mata yang disebutnya hoaks.
Diumumkan pada bulan September bahwa rencana melarang mempekerjakan para pensiunan akan dilaksanakan dalam dua bulan ke depan.
Iran tidak akan melakukan negosiasi tentang kemampuan pertahanannya. Apalagi soal program rudal dan nuklirnya.
Qassemi meminta pejabat Amerika, khususnya Presiden Donald Trump untuk "melupakan" perundingan sepihak dengan Iran "di bawah bayang-bayang ancaman".
Menlu Iran Bahram Qassemi mengatakan, Iran akan merespon dengan melakukan tindakan dengan sama dengan AS.
Teheran selalu menekankan bahwa tidak ada solusi militer untuk krisis Yaman. Karena itu kata Qassemi, agresor harus segera mengakhiri serangan mereka.
Bahram Qassemi memperingatkan bin Salman, agar tidak berdebat soal kematian.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qassemi mengatakan, Trump harus menangani masalah negaranya sendiri dan bukan malah mencampuri urusan di negara lain.
Bahram Qassemi menganggap dukungan pejabat Amerika Serikat (AS) atas aksi unjuk rasa yang menentang kondisi ekonomi di beberapa kota di Iran adalah sikap oportunis.