Namun di masa pandemi ini, ternyata ada saja ide brilian untuk mensiasati cara memasarkan hasil pertanian, seperti yang dilaukan petani yang tergabung dalam Lembang Agribusiness Incubation Center (LAIC).
Syahrul juga meminta para pejabat daerah dan jajarannya agar memantau ketersediaan pangan di daerah masing-masing untuk memastikan ketersediaan pangan nasional terkendali dengan baik.
Pemuda asal Pinrang, Sulawesi Selatan ini memulai bisnis di bidang pertanian setelah mengikuti Program Magang Jepang yang difasilitasi Kementerian Pertanian (Kementan) pada 2012
Petani di Kabupaten Nunukan terus bergerak dan tidak berhenti untuk melakukan olah lahan dan panen di lahan pertanian yang dimilikinya.
Menteri Pertanian (Kementan), Syahrul Yasin Limpo belakangan selalu menegaskan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi berhenti di tengah pandemi.
Dengan penerapan pertanian organik terpadu Gesti mengaku sudah mengantongi omset mencapai Rp232 juta per tahun.
SOM yang digagasnya sudah memasarkan 50 jenis sayuran organik kesejumlah daerah di pulau Jawa hingga Kalimantan.
Selain itu, dalam hal finansial orang yang fokus dalam bidang pertanian bisa memiliki penghasilan yang lebih baik dari profesi lainnya.
Polbangtan sudah mengeluarkan kebijakan untuk mengubah sistem pembelajaran tatap muka menjadi sistem pembelajaran daring (SPADA).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total petani saat ini sekitar 33,4 juta orang. Peni yang umurnya masih muda hanya sekitar 2,7 juta atau sekitar 8%. "Jadi sisanya lebih dari 90% itu masuk kategori petani kolonial atau petani yang sudah tua," jelas Dedi.