Uji coba rudal Iran tidak sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 223.
Pompeo mengungkapkan bahwa Iran berusaha meningkatkan uji coba dan produksi rudal serta menyerukan Negeri Para Mullah untuk menghentikan kegiatan yang melanggar hukum internasional
Iran menegaskan bahwa program rudalnya bersifat defensif dan tidak melanggar resolusi PBB, menyusul tuduhan Amerika Serikat bahwa Teheran telah melakukan uji coba rudal baru.
Austria, Belgia dan Luksemburg telah menolak hosting sistem pembayaran khusus.
Iran punya alasan mengembangkan nuklir karena Amerika Serikat (AS) sudah melanggar Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA).
Pyongyang September lalu berjanji akan melakukan denuklirisasi termasuk pembongkaran permanen fasilitas nuklir di Yongbyon.
Utusan AS untuk Organisasi Larangan Senjata Kimia (OPCW) Kenneth Ward mengatakan, Tehran juga berusaha melindungi agen saraf yang mematikan dengan maksud ofensif.
Putin siap membalas Amerika Serikat (AS), jika negara tersebut keluar dari perjanjian nuklir jangka menengah atau INF (Intermediate Range Nuclear Forces).
Bagaimana pun Iran khawatir sanksi yang diterapkan AS sebagai konsekuensi dari penarikan, dapat mengganggu perdagangan dengan Uni Eropa.
Kim memeriksa pengembangan senjata strategis negara terbaru di fasilitas uji dari lembaga ilmu pertahanan nasional. Meski begitu belum dijelaskan jenis atau nama senjata tersebut.