AS mengatakan balon itu dilengkapi untuk mendeteksi dan mengumpulkan sinyal intelijen, tetapi Beijing bersikeras itu adalah pesawat cuaca yang terbang keluar jalur.
Pesawat milik Palang Merah China (Red Cross Society of China/RCSC) itu mendarat di Bandar Udara Internasional Damaskus pada Kamis malam waktu setempat.
Direktur Kursus dan Pelatihan (Dirsuslat), Ditjen Pendidikan Vokasi, Wartanto menyebut industri kuliner mengalami pertumbuhan paling cepat pasca pandemi Covid-19.
Mudik Lebaran tahun ini diprediksi akan meningkat dibanding dengan beberapa tahun sebelumnya, dimana masih diberlakukan pembatasan akibat pandemi Covid-19.
Balon itu berukuran tinggi sekitar 60 meter (200 kaki) dan membawa paket sensor panjang di bawahnya.
Taiwan telah berulang kali mengatakan pihaknya mengamati dengan cermat perang dan mempelajari pelajaran yang dapat diterapkan untuk melawan serangan China.
Dia menuduh Biden menunjukkan kelemahan terhadap China dan awalnya berusaha untuk menjaga agar pelanggaran wilayah udara AS tidak diungkapkan.
Negeri Tirai Bambu itu menuduh Amerika Serikat (AS) bereaksi berlebihan dan secara serius melanggar praktik internasional.