Kita baru saja memperingati Hari Sumpah Pemuda, dimana pada tahun 1928, pemuda di seluruh Indonesia, Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes dan lainnya, bersatu untuk menyatukan Indonesia. Berbangsa Satu, Berbahasa Satu dan Tanah Air yang sama yaitu Tanah Air Indonesia.
Rektor UMI Basri Modding, mengatakan moderasi beragama dan toleransi keberagaman sangat penting untuk membangun kebangsaan dan kemanusiaan. Sumpah Pemuda menjadi dasar bersama bagaimana moderasi beragama diterapkan oleh bangsa Indonesia.
Pada momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dan Sumpah Pemuda hari ini, penting bagi kita mendalami dan meneladani ajaran serta kiprah kaum perempuan bagi kemajuan umat dan bangsa.
Momentum Sumpah Pemuda menjadi gebrakan baru di Industri Olahraga di Indonesia, khususnya IBL. Ada apa?
Presiden Joko Widodo menjelaskan, Sumpah Pemuda mengingatkan betapa pentingnya kata Satu; Satu Tanah Air, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa, Indonesia. Menjadi kata kunci terwujudnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.
Di masa pandemi ini inovasi dan teknologi menjadi sangat penting karena bisa mempercepat putaran ekonomi nasional.
Momentum Sumpah Pemuda yang pertama kali dicetuskan pada 28 Oktober 1928 harus dimanfaatkan generasi muda Indonesia untuk terus menggaungkan kebhinekaan dan persatuan.
Di tengah pembatasan sosial akibat pandemi Covid-19, anak-anak muda tetap eksis berkreasi melalui berbagai kanal media sosial.
Hari Sumpah Pemuda harus dimaknai dengan hadirnya ide kreatif, serta inovasi bangsa ini, terutama dari pemudanya untuk berkontribusi menghadirkan terobosan dan kreativitas bagi kepentingan bangsa ke depan.
Semangat restorasi yang bermakna upaya perubahan untuk menjadi lebih baik harus terus didorong dengan nilai-nilai kebersamaan, persatuan dan gotong-royong seperti yang digaungkan saat Sumpah Pemuda pada 1928.