Kami mahasiswa merasa gelisah melihat sistem politik kita yang kurang baik. Inflasi menggerogoti, nilai Rupiah seakan tak berharga. Satu Dolar bisa menembus Rp17 ribu, dan ini menghantam ekonomi rakyat!
Pengemudi ojek daring (ojol) akan diberikan akses terhadap fasilitas pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Selain potongan 30 persen yang kami dorong menjadi 10 atau 15 persen, menurut saya ini penting kaitan undang-undang yang mengatur transportasi online sehingga ada proteksi, baik pengusaha, pengemudi, maupun penumpang ojol ini punya payung hukum yang jelas.
Aplikasi itu, komisinya diturunkan dari 20 persen menjadi 10 persen.
MPR mengapresiasi Pencairan THR untuk Pengemudi Ojol
Begini pimpinan kalau kita tidak atur ini dengan baik, kita juga tidak adil dengan rakyat dan menurut saya ini harus menjadi bagian penting dalam pasal kita nanti. Mengatur.
Jika ditotal, maka besaran potongan aplikasi sebesar 20 persen. Itu angka paling tinggi. Jadi, tidak boleh melebihi 20 persen.
Ojol bukan hanya alat transportasi, tetapi juga jembatan ekonomi yang menghubungkan pelaku usaha kecil dengan konsumen. Subsidi BBM ini akan sangat membantu mereka, khususnya di tengah kenaikan harga bahan bakar yang menekan biaya operasional mereka sehari-hari.
Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari menyoroti pernyataan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia terkait pengendara ojek online (ojol) tidak diperbolehkan mendapatkan subsidi BBM.