Harus diakui bahwa heboh penurunan kualitas Pertalite pasca kenaikan harga BBM bersubsidi belum selesai. Masih banyak warga yang melaporkan soal ini. Bahkan Netizen kembali diramaikan soal kabar BBM Pertalite disebut-sebut hanya memiliki kadar oktan atau RON 86, padahal seharusnya RON 90.
Politik Indonesia itu kompleks dan dinamis. Saya mengatakan hari ini sebetulnya semua masih terus berikhtiar. Termasuk kami Demokrat yang terus berinteraksi dengan NasDem dan PKS, jadi berharap terbentuk koalisi yang namanya koalisi perubahan.
PKS mencermati partai lain yang sudah deklarasi Capres
Masuk kualifkasi piala dunia, Indonesia harus bertarung di dalam Grup C melawan Argentina, Inggris, dan Amerika Serikat. Kalah dalam babak penyisihan grup, Indonesia hanya mampu mengalahkan Jerman dalam babak penyisihan peringkat.
Esemka itu merek lokal kebanggaan bangsa Indonesia. Kita harus apresiasi karya anak bangsa yang dikenalkan oleh Presiden Jokowi. Pabriknya sudah ada. Ordernya sudah banyak. Tinggal dikembangkan saja ke varian mobil listrik.
Sawit paling efesien untuk menghasilkan minyak nabati yang menjadi sumber baru terbarukan.
Program mobil listrik ini harus diniatkan bagi kepentingan masyarakat. Bukan untuk kepentingan bisnis pihak tertentu.
Jangan sampai program ini hanya indah didengar, namun manfaatnya kecil bagi pembangunan nasional. Karena mandeg pada produk setengah jadi seperti nikel matte atau nikel pig iron (NPI) dengan nilai tambah rendah.
Karenanya sulit dimengerti, bila pada tanggal 1 September 2022, saat operator BBM swasta kompak menurunkan harga produknya, Pemerintah malah menaikan harga BBM bersubsidi.
Sebaiknya memang Pemerintah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM untuk para pengemudi ojol (ojek on line) secara khusus melalui pengusaha aplikasi agar tepat sasaran. Tidak seperti sekarang BLT untuk sopir ojol ini didistribusikan secara umum melalui desa atau kelurahan.