Jelang Pilpres 2019, sejumlah nama disebut-sebut berpotensi untuk maju menjadi calon wakil presiden (Cawapres). Seperti apa kriteria Cawapres 2019 mendatang?
Cawapres untuk mendampingi Presiden Jokowi di Pilpres 2019 yang paling berpotensi dan patut diperhitungkan adalah dari tokoh muslim berbasis Nahdlatul Ulama (NU).
PPP belum menentukan nama calon wakil presiden (Cawapres) untuk Pilpres 2019 mendatang. Namun, PPP menginginkan Cawapres untuk mendampingi Presiden Jokowi dari kalangan santri.
Menurut draf yang dikeluarkan Kelompok Konservatif dan Reformis Eropa, liputan media dan persepsi umum wanita Muslim di Barat seringkali, meski tidak secara eksklusif, terkait dengan penindasan dan diskriminasi.
Toleransi yang ditunjukkan Muslim Indonesia menjadi contoh bagi umat Islam dari berbagai negara.
Sekelompok umat Budha memblokade puluhan relawan pembawa bantuan yang diperuntukkan bagi pengungsi Muslim
Presiden Jokowi diminta untuk menggandeng Cawapres dari kalangan santri pada kontestasi Pilpres 2019 mendatang. Hal itu untuk menangkis label negatif yang selama ini menyerang Jokowi.
Elektabilitas Presiden Jokowi dinilai belum aman untuk menghadapi Pilpres 2019 mendatang. Sebab, berdasarkan hasil survei elektabilitas Jokowi masih di bawah 50 persen.
Runnymede Trust, sebuah kelompok pemikir kesetaraan ras, dan University of Greenwich menyelidiki perlakuan terhadap narapidana pria berkulit hitam.
Meski begitu, tenyata usulan tersebut menyulut kemarahan di dalam jajaran partainya sendiri dan juga di antara sekutu Bavaria mereka, Serikat Sosial Kristen konservatif (CSU).