Dia mengatakan menyingkirkan Maduro adalah "strategi jangka panjang."
Ketegangan antara Iran dan AS membara setelah Gedung Putih membunu Jenderal Qassem Soleimani di Irak dan respons Republik Islam terhadap langkah teroris dengan serangkaian rudal balistik yang menghantam dua pangkalan AS di Irak
Kematian Soleimani meningkatkan ketegangan antara AS dan Iran secara dramatis, meskipun selama ini hubungan kedua negara sering memanas sejak 2018.
Pihak berwenang Turki telah menangkap ratusan orang yang mereka curigai memiliki hubungan dengan pemimpin yang diklaim sebagai penggulingan pemerintah
Surat Presiden AS, Donald Trump baru-baru ini kepada pemimpin Korea Utara Kim Jong Un adalah pertanda baik yang menggarisbawahi komitmennya untuk negosiasi.
Dalam laporannya, disebutkan bahwa pemerintah China meragukan legitimasi kampanye Tsai dengan menuduh pemimpin Taiwan itu menang dengan cara kotor dan curang.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo secara langsung menyalahkan Iran, setelah para pemimpin Kanada, Australia, dan Inggris mengumumkan kesimpulan intelijen serupa pada Kamis (9/1).
Dalam pidato yang disiarkan langsung, Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei menyoroti kehadiran militer AS yang sumber masalah di wilayah tersebut untuk segera angkat kaki.
Trump tidak yakin Korea Utara (Korut) akan melanggar upaya denuklirisasi, sebagaimana dijanjikan oleh Pemimpin Korut Kim Jong Un.
Pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah menyebut militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah (Timteng) akan membayar harga, atas terbunuhnya komandan Pasukan Quds, Qassem Soleimani