Di bawah kendali Menteri Amran, sektor pertanian seolah menjadi investor lokal yang menyumbangkan keuntungan finansial sangat besar.
Kebijakan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita terkait impor sejumlah bahan pangan khususnya beras dinilai mengkhianati petani dan merugikan negara.
Mendag Enggartiasto Lukita dinilai telah menciderai program Nawacita Presiden Jokowi. Hal itu terkait kebijakan impor sejumlah bahan pangan khususnya beras oleh Mendag.
Jika pemerintah masih tetap ingin melakukan impor beras namun belum menyediakan gudang tambahan, dikhawatirkan akan menurunkan kualitas beras karena tidak terserap maksimal.
BPS tidak lagi mengeluarkan data produksi beras, melainkan hanya data berupa ekspor dan impor beras.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan data proyeksi produksi Kementerian Pertanian (Kementan) menjadi sebab.
Komisi IV sudah sepakat dengan Direktur Perum Bulog, Budi Waseso bahwa impor beras tidak butuhkan jika stok beras cukup.
Tidak akan ada impor beras hingga awal tahun depan. Pasalnya, stok beras hingga akhir tahun 2018 saat ini masih sekira 12 juta ton.
Di antara barang-barang yang terkena tarif impor terbaru ini yaitu tas, beras, dan tekstil dari China.
Dirut Food Station Jakarta, Arif Adi Prasetyo, melaporkan, meski musim kering, pasokan beras dari Jabar, Jawa Tengah dan Jawa Timur dan Jawa Barat setiap hari rata-rata 4.700 ton, masuk PIBC bahkan saat ini.