Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengumumkan hasil survei terbarunya menunjukkan adanya perbedaan elektabilitas yang tidak cukup besar antara ketiga calon gubernur.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berpotensi kalah di Pilkda DKI Jakarta 2017.
Elektabilitas Tri Rismaharini dan pasangannya, melebihi elektabilitas Ahok dan pasangannya, berdasarkan hasil simulasi head to head pasangan yang dilakukan oleh survei Poltracking.
Basis dukungan terbesar Jokowi berdasarkan demografi berada disegmen berpendidikan rendah dan desa.
Tingkat elektabilitas Presiden Jokowi semakin meroket jika dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan, elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kian merosot.
Elektabilitas Wakil Bupati Bombana, Masyhura Ilah Ladamay mengalahkan bupati Bombana saat ini yaitu H.Tafdil. Elektabilitas, Masyura 36,2 persen sementara Tafdil hanya 29,3 persen.
Dari sisi popularitas dan elektabilitas, posisi Herman Deru adalah yang tertinggi. Popularitasnya ada di kisaran 70 persen, sementara elektabilitasnya ada di kisaran 30 persen.
Penguna jasa telekomunikasi seluler mendukung rencana penurunan tarif interkoneksi.
Kekecewaan responden terhadap keputusan Ahok semakin diperkuat dari hasil simulasi pemilihan paket kandidat cagub dan cawagub DKI.