Pimpinan Parlemen Indonesia yang terdiri dari Ketua DPD RI sekaligus Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta dan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah beserta delegasi DPR dan DPD RI.
Dalam orasi kebangsaan dalam rangkaian safari kebangsaan di Jawa Barat, Zulhasan mengatakan, perjuangan reformasi masih belum selesai.
Soal toleransi masyarakat Indonesia sudah tidak perlu `diajari,` karena negara tersebut sudah majemuk dan terbiasa saling hormat menghormati serta saling mengharga
Revisi UU MD3 terkait penambahan pimpinan DPR dan MPR guna mendinginkan kondisi politik di parlemen. Untuk itu, revisi UU tersebut harus dituntaskan.
Seringkali Zulhasan berebut dengan teman-temannya ketika ada durian jatuh.
HNW mencontohkan para ulama yang menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), panitia yang dibentuk untuk mempersiapkan Indonesia merdeka.
Oesman Sapta menyampaikan kepada kedua anggota MPR segara menyesusiakan diri, untuk melaksanakan tugas-tugas konstitusional anggota MPR.
PKB tetap menginginkan kursi pimpinan DPR dan MPR. Hal itu menanggapi revisi UU MD3 soal penambahan kursi pimpinan DPR dan MPR.
Zulhasan melanjutkan bahwa dalam olahraga siapapun punya hak yang sama untuk jadi apapun, asalkan mau bekerja keras dan sungguh sungguh.
Jangan sampai, tindakan penanggulangan naiknya harga beras memakai mekanisme impor, malah menimbulkan persoalan baru.