Kesenjangan gender dalam ekonomi dan ketenagakerjaan sampai saat ini dinilai masih cukup besar.
Harapan lama sekolah di semua jenjang semakin meningkat, dan kesenjangan dalam penyediaan akses pada layanan pendidikan antar-wilayah juga semakin menurun.
Kesenjangan dan ketidakadilan ini yang memicu permasalahan lainnya seperti radikalisme, kekerasan dan meluasnya kebencian.
Presiden Amerika bersumpah untuk mengenakan tarif USD 200 miliar kecuali Cina menutup kesenjangan perdagangan
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mendorong percepatan pembahasan RUU Kewirausahaan. Hal itu guna mengatasi kesenjangan yang terjadi di tanah air.
20 Tahun Reformasi masih banyak yang harus diselesaikan dalam agenda reformasi. Antara lain Kemiskinan, Kesenjangan dan Korupsi.
Kesenjangan, baik sosial, pendidikan, sampai keadilan hukum menjadi lahan subur terorisme di tanah air. Hal itu yang perlu dibenahi untuk mencegah aksi terorisme meluas.
Teror dan terorisme akar masalahnya karena adanya kesenjangan sosial dan ekonomi.
Model pertumbuhan ekonomi yang dianut Indonesia tersebut tak hanya menciptakan kesenjangan yang tidak menguntungkan rakyat kebanyakan, tapi juga menjadi semacam ketergantungan.
Ternyata belum semua pengambil kebijakan di Pemerintah Daerah paham tentang pentingnya Pengarusutamaan Gender.