Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan menemui Presiden Jokowi, di Istana Negara, Kamis (17/11).
Presiden meminta semuanya harus menghormati proses hukum yang sekarang ini sedang dijalankan oleh Polri.
Situasi sosial di masyarakat saat ini tidak mendukung opsi kudeta yang diusahakan.
Penyebabnya, kata dia, Jokowi terlihat mesra dengan kekuatan faksi negara-negara utara yang meliputi China, Taiwan dan Korea.
Tujuannya, menciptakan pemicu rusaknya komunikasi antara presiden Jokowi dengan TNI.
Pansus DPR akan segera membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu yang telah diserahkan pemerintah.
Akhir-akhir ini Jokowi memperlihatkan gerakan konsolidasi politik dalam negeri dengan sejumlah kantong-kantong kekuatan sipil dan militer.
Pembangunan yang gencar dilakukan pemerintahan Presiden Jokowi tidak akan memberi manfaat, jika rasa aman masyarakat terus terusik.
Kurang dari seminggu setelah pemilihan umum (pemilu) Amerika Serikat, organisasi Yahudi dan Islam di AS memproklamirkan sebuah persekutuan.
Kunjungan Presiden Jokowi ke Markas TNI dan Polri sebagai aparat keamanan dan pertahanan dinilai tidak ada yang istimewa.