Pemerintahan Presiden Jokowi sudah waktunya untuk diganti pada Pilpres 2019 mendatang. Alasannya, pemerintahan Jokowi dinilai gagal mensejahterakan rakyat.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyebut Partai Demokrat tidak serius untuk membentuk poros ketiga atau kekuatan baru dalam kontestasi Pilpres 2019.
Partai Golkar tidak mempersoalkan siapapun calon wakil presiden (Cawapres) yang akan mendampingi Presiden Jokowi pada Pilpres 2019. Bagi Golkar yang terpenting adalah menang dalam pertarungan.
Tujuan mantan presiden Iran adalah untuk menunjukkan bahwa sistem peradilan Iran yang dipimpin oleh Sadeq Larijani tidak independen, dan sebagian besar bermotif politik.
Trump menegaskan kembali keinginannya untuk memiliki hubungan baik dengan Moskow ketika ditanya tentang pertemuan masa depan dengan Presiden Vladimir Putin
Ayah dari penyerang Juventus Gonzalo Higuain itu masih sakit hati dengan Presiden Real Madrid, Florentino Perez.
Partai Demokrat hingga saat ini belum menentukan pilihan calon presiden dan calon wakil presiden (Capres dan Cawapres) pada kontestasi Pilpres 2019 nanti.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyatakan kesiapannya untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2019. Cak Imin membangkitkan suara Nahdlatul Ulama (NU) yang begitu besar, namun tampak sunyi.
Dukungan dari para ulama kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) kian tak terbendung. Kini para ulama di Kalimantan Timur (Kaltim) menyatakan dukungan kepada Cak Imin untuk maju pada Pilpres 2019.
Menurut kepala komisi Lashin Ibrahim, al-Sisi menang telak dengan perolehan suara 97,8 persen.