Mantan kepala pasukan elit itu tewas dalam serangan udara Amerika Serikat (AS) pada Jumat (3/1), menurut laporan media pemerintah Iran.
Roket-roket itu mendarat di dekat terminal kargo udara, membakar dua kendaraan dan melukai beberapa orang, kata Media Sel Keamanan Kementerian Dalam Negeri Irak dalam sebuah pernyataan sebelumnya.
Agresi udara menewaskan sedikitnya 27 orang dan melukai 51 lainnya, menurut angka terbaru yang dikeluarkan pada hari Senin oleh PMU, yang umumnya dikenal dengan nama Arabnya Hashd al-Sha`abi.
Sejumlah penerbangan dengan keberangkatan dengan tujuan Bandar Udara Halim Perdana Kusuma dialihkan ke Bandar Udara Soekarno-Hatta
Selama beberapa bulan terakhir, telepon Hasan Zaidi berdering tanpa henti. Penelepon adalah penduduk yang putus asa di Pakistan, berharap untuk mendapatkan alat pembersih udara, setelah negara itu dikepung kabut asap.
Serangan tersebut dilakukan dua hari setelah serangan roket yang menewaskan seorang kontraktor sipil AS.
Komando Afrika-AS (AFRICOM) melakukan tiga serangan udara di dua lokasi di negara Afrika timur yang dilanda konflik, dengan menargetkan gerilyawan Al-Shabaab.
Relokasi pangkalan itu tidak hanya akan mengancam ekosistem laut yang halus di daerah itu, tetapi juga membahayakan 2.000 penduduk setempat, dan dengan demikian, mereka ingin pangkalan itu pindah sepenuhnya dari Okinawa.
Pasca kecelakaan, tim penyelamat dan tiga helikopter pencarian melakukan pencarian pilot yang dikatakan sempat menghubungi pangkalan udara tak lama setelah pesawat jatuh.
Departemen Keuangan AS mengatakan, sanksi yang baru diumumkan Washington menargetkan industri transportasi udara dan maritim Iran akan mengarah pada pembatasan perdagangan terkait barang-barang kemanusiaan.