Nilai-nilai perjuangan yang diajarkan oleh para pejuang kemerdekaan pada peristiwa 10 November 1945 harus terus dikobarkan.
Nilai kepahlawanan seseorang tidak hanya terbatas pada saat peperangan merebut kemerdekaan, tapi juga mempertahankan dan mengisi kemerdekaan itu.
Menurut dia, nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam lima sila masih relevan dan bisa dijadikan sebagai ideologi alternatif bagi negara-negara di dunia yang sedang menghadapi masalah.
Sebanyak 13,68 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp7,33 triliun dan frekuensi sebanyak 887.432 kali
Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp886,55 miliar dari 1,47 miliar saham yang diperdagangkan
ekstremisme banyak menyasar anak muda, termasuk mahasiswa.
Sebanyak 13,10 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp6,27 triliun dan frekuensi sebanyak 742.559 kali
Sebanyak 13,87 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp6,99 triliun dan frekuensi sebanyak 742.947 kali
Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp1,04 triliun dari 1,97 miliar yang diperdagangkan
Lewat sila pertama Pancasila, Bung Karno berkali-kali menekankan bahwa semua rakyat Indonesia harus bertuhan sambil harus menghormati agama-agama di luar agama mereka.