Jika negara-negara demokrasi di dunia tak mengambil tindakan tulus untuk mengadili para pelaku tindakan tak berperikemanusiaan ini, maka moral apa yang mereka tinggalkan?
Fraksi Partai Gerindra di MPR RI sepakat dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X, demokrasi di tanah air sedang menghadapi ujian.
Pilpres 2019 diharapkan dapat memberi rasa aman dan damai bagi seluruh warga negara Indonesia. Sebab, proses demokrasi harus memberi ruang damai kepada publik.
Selain mengancam tenun kebangsaan, lanjut Bachtiar, berita hoaks juga berpeluang memperuncing konflik horizontal antar sesama anak bangsa. Padahal perbedaan aspirasi politik dalam Pilpres 2019, merupakan bagian dari proses demokrasi.
Menurut Muhaimin alias Cak Imin, pemilihan presiden hanyalah ajang lima tahun sekali, sehingga amat disayangkan jika pesta demokrasi tersebut menjadi penyebab keretakan hubungan.
Rusia bekerja keras untuk merusak demokrasi AS dan mengganggu hubungan Washington dengan sekutunya.
Penganiayaan terhadap salah satu juru kampanye nasional (Jurkamnas) Prabowo-Sandiaga, Ratna Sarumpaet dinilai sebagai ancaman serius bagi negara demokrasi.
Wajah dan arah demokrasi Indonesia akan sangat terlihat jelas pasca pilpres 2019 nanti
Sejumlah elite politik yang memakai isu agama dan radikal dalam pesta demokrasi dinilai orang bodoh dan tidak kreatif dalam menghadapi situasi politik.
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman dinilai telah keliru dalam memimpin partai. Dimana, sikap kepemimpinan Sohibul yang dianggap otoriter telah keliru dalam demokrasi dan secara agama.