Panel ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memantau sanksi terhadap Korea Utara menuduh Pyongyang menggunakan dana curian untuk mendukung program nuklir dan rudal balistiknya guna menghindari sanksi.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara yang tidak disebutkan namanya membela peluncuran rudal hipersonik Korea Utara baru-baru ini sebagai latihan pertahanan diri yang benar.
Setidaknya 21.000 pil, yang disebut Paxlovid, akan tiba pada Kamis dan dikirim ke sekitar 280 apotek dan 90 pusat perawatan perumahan.
Sanksi tersebut menargetkan enam warga Korea Utara, satu orang Rusia dan satu perusahaan Rusia yang menurut Washington bertanggung jawab atas pengadaan barang untuk program tersebut dari Rusia dan China.
Kementerian Kesehatan Korea Selatan mengatakan, setidaknya 21.000 pil antivirus Pfizer, yang disebut Paxlovid, akan tiba di Korea Selatan pada Kamis (13/1).
Kim mendesak para ilmuwan militer untuk lebih mempercepat upaya membangun kekuatan militer strategis negara itu baik dalam kualitas maupun kuantitas dan lebih jauh memodernisasi tentara.
Perkiraan awal menemukan rudal itu menempuh jarak lebih dari 700 km ke ketinggian maksimum 60 km dengan kecepatan hingga 10 kali kecepatan suara (12.348 km jam).
Badan, yang mengatur penerbangan komersial dan swasta, tidak secara langsung menghubungkan penutupan itu dengan rudal Korea Utara.
Peluncuran rudal balistik yang dicurigai terdeteksi sekitar pukul 7.27 pagi dari daerah pedalaman Korea Utara menuju laut di lepas pantai timurnya, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) mengatakan dalam sebuah pernyataan.